FK-KMK UGM Perkuat Sistem Kewaspadaan Dini melalui Pelatihan Surveilans Air Limbah di Bali

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak Pediatric Research Office, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelatihan Penelitian Surveilans Air Limbah atau Wastewater Surveillance sebagai bagian dari riset pengembangan sistem deteksi patogen berpotensi pandemi berbasis lingkungan di Provinsi Bali. Pelatihan dilaksanakan pada 12 hingga 13 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan koordinasi lintas institusi dalam membangun sistem peringatan dini penyakit menular melalui pemantauan air limbah. Kegiatan ini dipimpin oleh dr. Vicka Oktaria, MPH, PhD, FRSPH selaku Principal Investigator, bersama tim peneliti yang terdiri atas dr. Riris Andono Ahmad, MPH, PhD sebagai Co-investigator, Endah Supriyati, S.Gz., M.Biotech sebagai Laboratory Manager, Bayu Adji Pratama, S.PWK, Iskran Dwi Rahmanto, S.Geo, serta apt. Shella Syafira Wijayanti, M.Sc.

Surveilans air limbah merupakan pendekatan inovatif yang mendeteksi fragmen virus atau bakteri berupa RNA atau DNA dari ekskresi biologis yang masuk ke sistem pembuangan. Metode ini mampu merefleksikan dinamika transmisi penyakit di tingkat populasi. Secara global, pendekatan ini telah digunakan untuk mendeteksi polio, tifoid, SARS-CoV-2, resistensi antimikroba, hingga paparan zat kimia tertentu.

Di Indonesia, inisiatif ini telah dimulai sejak 2004 untuk polio dan berkembang pesat saat pandemi COVID-19. Tim PKKA-PRO FK-KMK UGM sebelumnya berhasil mendeteksi SARS-CoV-2 di air limbah Yogyakarta pada periode 2021 hingga 2022 dan kini melanjutkan pengembangan deteksi Salmonella Typhi. Temuan menunjukkan bahwa sinyal patogen dari air limbah dapat muncul lebih awal dibandingkan laporan klinis sehingga berpotensi memperkuat sistem kewaspadaan dini di tingkat daerah maupun nasional.

Hari pertama pelatihan dilaksanakan secara luring di Inna Sindhu Beach Hotel dengan melibatkan tim UGM, UPTD Pengelola Air Limbah Provinsi Bali, serta UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Kerthi Bali Sadhajiwa. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar surveilans air limbah, prinsip pencatatan yang baik, persiapan logistik, teknik pengambilan sampel, manajemen serta pengiriman sampel ke UGM melalui ekspedisi MSA Kargo, hingga aspek administrasi dan pembagian tanggung jawab tim. Diskusi teknis juga membahas metode konsentrasi seperti magnetic beads dan ENF serta strategi sampling dalam berbagai kondisi cuaca.

Pada hari kedua, peserta melakukan praktik lapangan di Stasiun Pompa Kuta, IPAL Suwung, dan Stasiun Pompa Sanur. Kegiatan meliputi simulasi pengambilan sampel, pengukuran parameter kualitas air, serta pengisian data menggunakan Kobocollect. Aspek keselamatan kerja menjadi perhatian utama, terutama saat kondisi hujan dan akses inlet yang relatif sempit, sehingga prosedur mitigasi risiko diterapkan secara ketat.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan sistem deteksi dini penyakit dan kesiapsiagaan menghadapi potensi pandemi berbasis pemantauan lingkungan, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dalam peningkatan kompetensi tenaga laboratorium dan tim lapangan melalui transfer pengetahuan serta praktik langsung berbasis riset, SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak melalui pemantauan kualitas dan pengelolaan air limbah yang lebih sistematis sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan lingkungan dan keamanan sanitasi masyarakat.

Selain itu juga selara dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan metode deteksi berbasis teknologi seperti sequencing dan sistem pencatatan digital yang memperkuat infrastruktur laboratorium, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan adanya kolaborasi antara UGM, UPTD Pengelola Air Limbah Provinsi Bali, dan laboratorium kesehatan daerah dalam membangun sistem surveilans yang terintegrasi dan berkelanjutan. (Kontributor: Shella Syafira Wijayanti , Dhimas Sholikhul Huda.).