FK-KMK UGM. Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) menyelenggarakan Pelatihan Implementasi Value-Based Healthcare (VBHC) untuk Kendali Mutu dan Biaya Rumah Sakit secara daring. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai tata kelola Kendali Mutu dan Kendali Biaya (KMKB), konsep VBHC, serta penerapannya dalam mendukung pelayanan kesehatan yang bermutu, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Pelatihan dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026, dengan menghadirkan Prof. dr. Ascobat Gani, MPH., Dr.PH.; Dr. dr. Zulkarnain Abubakar, MARS; serta Eva Tirtabayu Hasri, S.Kep., MPH, CQIPS sebagai narasumber. Ketiga narasumber membahas berbagai aspek pengelolaan mutu dan biaya pelayanan kesehatan, mulai dari implementasi kebijakan hingga strategi penerapan pendekatan berbasis nilai di lingkungan rumah sakit.
Pada sesi awal, Eva Tirtabayu Hasri memaparkan pembelajaran dari hasil penelitian PKMK mengenai implementasi kebijakan KMKB dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dengan menggunakan pendekatan realist evaluation, penelitian tersebut menunjukkan sejumlah manfaat dari pelaksanaan KMKB, antara lain percepatan proses verifikasi klaim dan berkurangnya jumlah klaim yang masih tertunda.
Pembahasan selanjutnya disampaikan oleh Prof. dr. Ascobat Gani mengenai tata kelola KMKB dalam ekosistem rumah sakit. Menurutnya, kendali mutu dan kendali biaya perlu ditempatkan sebagai bagian dari manajemen strategis yang menghubungkan mutu pelayanan, efisiensi penggunaan sumber daya, nilai-nilai inti organisasi, dan perspektif Balanced Scorecard.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Dr. dr. Zulkarnain Abubakar yang membahas konsep Value-Based Healthcare. Pendekatan ini menempatkan luaran kesehatan yang bermakna bagi pasien sebagai dasar penciptaan nilai dengan mempertimbangkan sumber daya dan biaya yang digunakan sepanjang proses pelayanan.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan kesehatan bagi pasien. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengelolaan mutu serta biaya rumah sakit. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur didukung melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan. (Kontributor: Helen Anggraini Budiono).



