FK-KMK UGM. Pimpinan Universitas Gadjah Mada melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) Pionir di beberapa fakultas. Salah satunya di FK-KMK UGM pada Selasa (04/08). Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan materi Pionir, fasilitas pembelajaran, serta interaksi mahasiswa selama mengikuti rangkaian kegiatan orientasi.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menjelaskan bahwa rangkaian Pionir dirancang secara bertahap agar mahasiswa baru memperoleh pemahaman yang utuh mengenai kehidupan akademik maupun lingkungan sosial kampus.
“Hari pertama sampai ketiga pelaksanaan diisi dengan materi yang berkaitan dengan universitas, kemudian tiga hari berikutnya berisi materi khusus fakultas. Selain itu, ada juga materi tentang action plan. Mahasiswa diterjunkan ke masyarakat di sekitar kampus agar memperoleh pengenalan yang lebih mendalam,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menuturkan bahwa Pionir dirancang sebagai sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan Universitas Gadjah Mada secara menyeluruh, baik dari sisi akademik maupun layanan pendukung yang tersedia.
“Di dalamnya termasuk berbagai fasilitas kampus. Karena itu, kegiatan ini juga bertujuan menginformasikan unit-unit yang dimiliki UGM melalui materi-materi yang diberikan selama pelaksanaan Pionir.”
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA, menambahkan bahwa Pionir juga menjadi media edukasi mengenai berbagai isu penting yang relevan dengan kehidupan mahasiswa. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada proses akademik, tetapi juga membangun kesadaran mahasiswa terhadap pencegahan kekerasan dalam dunia pendidikan, pentingnya menjaga kesehatan mental, serta kepedulian terhadap penyandang disabilitas.
Selama kunjungan di FK-KMK UGM, rombongan pimpinan universitas meninjau secara langsung pelaksanaan Pionir yang berlangsung di Ruang Kuliah Bambang Soetarso. Selain itu, rombongan juga menyempatkan diri berdialog dengan mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang mengikuti kegiatan di Auditorium Tahir Lantai 1, Gedung Pascasarjana Tahir Foundation FK-KMK UGM.
Pada pelaksanaan Pionir tahun ini, FK-KMK UGM menjadi lokasi penyelenggaraan bagi 634 mahasiswa yang berasal dari berbagai program studi di Universitas Gadjah Mada dan tergabung dalam Gugus Sardjito. Seluruh kegiatan didukung oleh pemanfaatan 12 ruang kegiatan belajar mengajar.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, pimpinan universitas juga menghimpun berbagai masukan dari penyelenggara di tingkat fakultas mengenai pelaksanaan kegiatan di lapangan. Evaluasi tersebut diharapkan mampu menjadi bahan perbaikan berkelanjutan agar Program Pionir semakin efektif dalam mendukung proses adaptasi mahasiswa baru terhadap lingkungan akademik Universitas Gadjah Mada.
Kegiatan ini mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyelenggaraan orientasi yang memperkuat proses pembelajaran, pengenalan lingkungan akademik, dan pembentukan karakter mahasiswa. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan memberikan edukasi mengenai kesehatan mental dan menciptakan lingkungan kampus yang aman bagi mahasiswa. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui penguatan nilai-nilai inklusivitas, kepedulian terhadap penyandang disabilitas, serta pencegahan diskriminasi di lingkungan pendidikan tinggi. (Humas/Sitam).




