FK-KMK UGM Center for Health Behavior and Promotion (CHBP) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Alumni Pendukung Sebaya sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung pada 1 Agustus 2026 di Ruang Sekber Lantai 2 Gedung Litbang FK-KMK UGM ini bertujuan mempersiapkan alumni Pendukung Sebaya SMP Stella Duce 1 Yogyakarta agar memiliki kapasitas sebagai fasilitator dalam pelatihan pencegahan merokok berbasis teman sebaya (peer-led approach).
Pelatihan dibuka oleh Ketua Center for Health Behavior and Promotion sekaligus Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa para alumni kini memasuki peran baru sebagai trainer yang akan mendampingi generasi Pendukung Sebaya berikutnya. Pengalaman mereka selama menjalankan program di sekolah menjadi modal penting untuk membangun komunikasi yang efektif dengan peserta baru sekaligus menumbuhkan budaya saling mendukung dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perilaku merokok.
Menurut dr. Bagas, pendekatan teman sebaya merupakan salah satu strategi yang efektif dalam promosi kesehatan remaja karena pesan kesehatan lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh individu dengan latar belakang dan pengalaman yang sama. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas alumni menjadi aspek penting agar proses regenerasi Pendukung Sebaya dapat berjalan secara berkelanjutan dan tetap menjaga kualitas pelaksanaan program di sekolah.
Sesi pendalaman materi menghadirkan kembali dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D. yang membawakan topik Pilah Sumber Informasi. Pada sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya kemampuan literasi informasi di era digital, khususnya dalam membedakan informasi kesehatan yang valid dengan informasi yang mengandung misinformasi. Berbagai studi kasus yang diambil dari artikel, media sosial, hingga video digunakan sebagai bahan diskusi untuk melatih peserta mengevaluasi kredibilitas sumber informasi secara kritis.
Selain membahas literasi informasi, peserta juga memperoleh pengenalan mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab. Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk memahami informasi yang berasal dari sumber terpercaya, namun tidak dapat menggantikan proses verifikasi ilmiah. Peserta juga berlatih menyusun prompt yang efektif, memilih referensi yang kredibel, serta menerapkan kemampuan berpikir kritis ketika menggunakan AI dalam mencari informasi kesehatan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. dr. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. yang mengulas berbagai fakta ilmiah mengenai rokok serta strategi pencegahan perilaku merokok pada remaja. Peserta diajak memahami dampak merokok terhadap kesehatan, faktor-faktor yang memengaruhi perilaku merokok di kalangan remaja, hingga pentingnya membangun lingkungan sosial yang mampu mendorong gaya hidup sehat.
Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan perilaku merokok dan promosi kesehatan pada remaja. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penguatan kapasitas, kepemimpinan, dan literasi kesehatan para peserta. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan didukung melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan SMP Stella Duce 1 Yogyakarta dalam membangun lingkungan sekolah yang sehat, edukatif, dan berkelanjutan. (Kontributor: Sinta Ristiyanti & Isna Nur Qurota A).




