Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM Tingkatkan Kapasitas Kader dalam Konseling Ibu Hamil

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan KAGUM (Kader Gemati Ibu Hamil): Penguatan Kapasitas Kader dalam Konseling Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kapanewon Minggir sebagai bagian dari rangkaian Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi kader kesehatan dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan konseling kepada ibu hamil guna mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Program tersebut dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026, di Singkung Valley (Pendopo Atas), Jalan Raya Kaligesing, Krikil, Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo, dengan melibatkan kader kesehatan dari wilayah Kapanewon Minggir.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Puskesmas Minggir, dr. Siti Rahayu, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kolaboratif tersebut. Sebelum sesi materi dimulai, seluruh peserta mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mengenai kesehatan ibu hamil, sehingga efektivitas pembelajaran selama pelatihan dapat dievaluasi melalui perbandingan hasil sebelum dan sesudah kegiatan.

Workshop menghadirkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu yang memberikan materi secara komprehensif. Sesi pertama disampaikan oleh Dr. Drs. Abdul Wahab, MPH mengenai mitos dan fakta seputar kehamilan. Materi ini mengajak peserta memahami berbagai informasi yang berkembang di masyarakat serta membedakan antara kepercayaan yang tidak didukung bukti ilmiah dengan praktik kesehatan yang benar. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu kader memberikan edukasi yang lebih tepat kepada ibu hamil.

Materi berikutnya disampaikan oleh Dr. dr. Shinta Prawitasari, M.Kes., Sp.O.G., Subsp.Obginsos mengenai Antenatal Care (ANC) Terpadu. Dalam pemaparannya, Dr. Shinta menjelaskan bahwa pemeriksaan kehamilan secara rutin dan komprehensif merupakan salah satu kunci dalam menjaga kesehatan ibu dan janin. ANC terpadu memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi berbagai faktor risiko kehamilan sejak dini sehingga komplikasi dapat dicegah melalui penanganan yang cepat dan tepat.

Dr. Shinta juga menekankan bahwa kader kesehatan merupakan mitra penting bagi tenaga kesehatan dalam mendampingi ibu hamil di masyarakat. Dengan bekal pengetahuan mengenai ANC terpadu, kader diharapkan mampu memberikan informasi yang benar, mendorong kepatuhan ibu hamil menjalani pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal, serta membantu mengenali tanda bahaya kehamilan yang memerlukan penanganan di fasilitas kesehatan.

Rangkaian materi dilanjutkan oleh dr. Arta Farmawati, Ph.D yang membahas pengaruh anemia selama kehamilan terhadap kesehatan ibu dan janin. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pencegahan anemia melalui pemenuhan kebutuhan zat besi, pola makan yang sehat, serta kepatuhan mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Setelah sesi ice breaking, kegiatan berlanjut dengan materi mengenai gizi ibu hamil yang disampaikan oleh Dr. dr. Emy Huriyati, M.Kes. Dalam sesi tersebut dijelaskan pentingnya pemenuhan gizi seimbang selama masa kehamilan untuk mendukung pertumbuhan janin secara optimal sekaligus menurunkan risiko stunting. Selanjutnya, Dr. Diah Wulandari, M.Keb memberikan materi mengenai kiat dan praktik konseling bagi kader posyandu. Peserta dibimbing memahami teknik komunikasi yang efektif sehingga mampu memberikan pendampingan yang persuasif, empatik, dan sesuai dengan kebutuhan ibu hamil.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas kader dalam mendukung kesehatan ibu hamil serta pencegahan stunting sejak masa kehamilan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pemberian pelatihan dan edukasi berbasis bukti ilmiah yang meningkatkan kompetensi kader kesehatan di masyarakat. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, Puskesmas Minggir, dan kader kesehatan. (Kontributor: Munjayati).