FK-KMK UGM. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan telinga dan memperingati World Cancer Day, mahasiswa PPDS THT-BKL FK-KMK UGM berpartisipasi dalam kegiatan Skrining Pendengaran dan Bersih-Bersih Telinga (BBT) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis THT Cabang DIY dan Jawa Tengah Selatan (PERHATI-KL Cabang DIY dan Jatengsel. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Maret 2026 di Pondok Pesantren Daarut Taqwa, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, DIY.
Selain mahasiswa PPDS THT-BKL FK-KMK UGM, partisipasi aktif dalam kegiatan ini melibatkan para ahli di bidangnya, yakni dokter spesialis THT-KL dari PERHATI-KL Cabang DIY dan Jatengsel. Jumlah keseluruhan dokter spesialis THT yang berpartisipasi adalah 23 orang, sementara itu jumlah mahasiswa yang terlibat ada 7 orang. Keterlibatan para praktisi dan akademisi ini memastikan bahwa tindakan medis yang dilakukan, mulai dari pemeriksaan menggunakan otoskop hingga ekstraksi serumen, dilaksanakan sesuai dengan standar klinis yang aman untuk mencegah trauma pada saluran telinga santri di Pondok Pesantren Daarut Taqwa. Sementara itu, pemeriksaan skrining telinga dan BBT ini diikuti oleh 92 santri Pondok Pesantren Daarut Taqwa dengan kisaran usia 7–20 tahun, terdiri atas laki-laki dan perempuan.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua PERHATI-KL Cabang DIY dan Jawa Tengah Selatan, dr. Mahatma Sotya Bawono, M.Sc., Sp.T.H.T.B.K.L. atau dr. Boni, kemudian dilanjutkan dengan sesi edukasi yang menekankan bahaya penggunaan benda tajam atau pembersih telinga yang tidak tepat di lingkungan pesantren. Lingkungan pondok pesantren seringkali memiliki tantangan tersendiri terkait higiene sanitasi dan kepadatan interaksi sosial, yang membuat kesadaran kolektif akan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi sangat penting. Para santri diberikan pemahaman bahwa serumen sebenarnya memiliki fungsi protektif sebagai antibakteri dan pelumas, sehingga tidak perlu dibersihkan secara agresif setiap hari.
Setelah sesi edukasi, seluruh murid menjalani pemeriksaan fisik telinga satu per satu. Dalam pemeriksaan ini, tim medis yang terdiri atas praktisi dan akademisi mengidentifikasi berbagai kondisi klinis, mulai dari liang telinga yang sehat hingga temuan kasus serumen prop yang membutuhkan penanganan langsung. Proses pembersihan telinga dilakukan secara profesional untuk menjamin kenyamanan santri, sekaligus memberikan contoh praktis mengenai prosedur medis yang seharusnya dilakukan di fasilitas kesehatan apabila mereka mengalami gangguan pendengaran di masa depan. Kegiatan ditutup dengan buka bersama.
Nindi Cahaya (12), santri putri Pondok Pesantren Daarut Taqwa, merasa senang dengan kegiatan skrining dan BBT ini karena sebelumnya dia tidak mengetahui bahwa kebersihan telinga sangat penting. Selama ini, Nindi hanya membersihkan telinga kotor dengan cutton buds tanpa tahu akibatnya. Setelah adanya kegiatan ini, Nindi menjadi paham mana yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan pada telinga sesuai anjuran dokter spesialis THT.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat klinis sesaat, tetapi juga menumbuhkan kemandirian para santri dalam menjaga kesehatan telinganya secara berkala. Dengan pendengaran yang bersih dan tajam, diharapkan kualitas proses belajar mengajar di Pondok Pesantren Daarut Taqwa semakin optimal, mendukung lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an dan cendekiawan muslim yang sehat secara fisik dan intelektual.
Acara ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai tujuan. Skrining Pendengaran dan BBT merupakan salah satu upaya FK-KMK UGM dalam meningkatkan kualitas kesehatan pendengaran para santri, memberikan akses literasi dasar tentang kebersihan telinga, sekaligus mendorong pendidikan kedokteran yang berkualitas melalui sinergi antara institusi akademik, organisasi profesi medis, dan institusi komunitas di tingkat akar rumput. (Kontributor: Mulyani)




