Mahasiswa FK-KMK UGM Kembangkan Website ANITA Berbasis CBT untuk Mendukung Pengurangan Stigma Internal pada ODHIV

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada meluluskan mahasiswa Program Studi Doktor, Dr. Anita Kustanti, S.Kep., Ns., M.Kep, dengan predikat Cumlaude sebagai Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. Dalam ujian terbuka di Auditorium FK-KMK UGM pada Selasa, (11/08). Anita Kustanti memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Pengembangan dan Implementasi Model Intervensi Berbasis Cognitive Behavioral Therapy sebagai Upaya Pengurangan Stigma Internal pada Orang dengan HIV”.

Penelitian yang dilakukan Anita Kustanti dengan mengembangkan model intervensi berbasis Cognitive Behavioural Therapy (CBT) melalui media digital berupa website ANITA untuk membantu mengurangi stigma internal pada Orang dengan HIV (ODHIV). Penelitian yang dilaksanakan di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pendampingan psikologis bagi ODHIV sekaligus mendukung percepatan penanganan HIV dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS).

Pada penelitian, metode yang digunakan adalah desain mixed methods dengan pendekatan sequential exploratory yang mengikuti kerangka Intervention Mapping (IM) dan design thinking. Tahap pertama difokuskan pada identifikasi kebutuhan melalui penelitian kualitatif eksploratif. Sebanyak 18 informan yang terdiri atas petugas penjangkau, pendukung sebaya, dan tenaga kesehatan dilibatkan untuk menggali berbagai tantangan dalam pendampingan ODHIV serta kebutuhan terhadap media intervensi psikologis.

Temuan pada tahap awal kemudian menjadi dasar pengembangan website ANITA. Pada tahap implementasi dilakukan proses pemetaan prioritas masalah, penyusunan prototipe website, uji kegunaan (usability test), penyusunan panduan penggunaan, hingga pelatihan bagi petugas penjangkau dan pendukung sebaya. Selanjutnya, website diperkenalkan kepada ODHIV sebagai media pendampingan psikologis berbasis CBT yang dapat digunakan secara mandiri maupun bersama pendamping.

“Dari beberapa penelitian yang kami baca, CBT ini membawa dampak positif terhadap penurunan stigma internal di beberapa penyakit kronis. Memang untuk HIV ini masih terbatas. Diharapkan seseorang yang mengalami stiga internal ini, dia bisa mengubah pola pikirnya dalam menghadapi diagnosis HIV,” terang Anita.

Tahap evaluasi dilakukan untuk menilai kelayakan (feasibility) dan tingkat penerimaan (acceptability) website ANITA. Evaluasi melibatkan petugas penjangkau dari Yayasan Vesta Indonesia, pendukung sebaya dari Yayasan Victory Plus, serta 53 ODHIV yang menjadi dampingan kedua yayasan tersebut. Pelatihan penggunaan website diberikan kepada petugas penjangkau dan pendukung sebaya selama satu minggu, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan pemanfaatan website oleh ODHIV selama tiga minggu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa website ANITA memiliki tingkat kegunaan yang baik serta dapat diterima oleh pengguna. Berdasarkan pengujian feasibility dan acceptability, website memperoleh interpretasi tingkat penerimaan acceptable, dengan grade skala C dan adjective rating pada kategori OK (netral). Nilai keseluruhan yang diperoleh menunjukkan bahwa website layak digunakan sebagai media pendukung intervensi psikologis bagi ODHIV. Meski demikian, penelitian juga merekomendasikan pengembangan lebih lanjut melalui uji pada jumlah sampel yang lebih besar, peningkatan koordinasi pengelolaan website, serta penguatan keterlibatan pengguna melalui komunikasi dua arah agar manfaat intervensi semakin optimal.

“Ke depannya, kami berusaha memperbaiki kelemahan yang ada di website. Salah satu kelemahan yang kami temukan adalah dalam fase empati kita melibatkan teman-teman ODHIV yang telah lama terdiagnosis. Nantinya, kita akan melibatkan teman-teman ODHIV yang baru terdiagnosis dan yang belum mau datang ke pelayanan kesehatan. Sehingga pengalaman yang mereka rasakan itu komprehensif dan aktual.”

Penelitian ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya peningkatan kesehatan mental dan kualitas layanan bagi Orang dengan HIV, SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan menghadirkan media edukasi digital yang mendukung perubahan perilaku dan peningkatan literasi kesehatan, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi teknologi kesehatan berbasis website, serta SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan dengan mendorong akses yang lebih setara terhadap layanan pendampingan psikologis bagi kelompok rentan yang hidup dengan HIV. (Humas/Sitam).