FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Biomedik (MIB) FK-KMK UGM menyelenggarakan roadshow bertajuk “Discovering Biomedical Research and Master’s Studies” di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS), pada Senin (22/6/2026). Kegiatan roadshow berlokasi di Abu Bakar Lecture Hall, Lantai 5, Kampus 4 FK UMS, dan dilaksanakan secara bauran untuk memberikan akses yang lebih luas kepada mahasiswa dari berbagai program studi kesehatan.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dekan FK UMS yang hadir dan mendampingi jalannya acara sejak awal hingga akhir. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi akademik antara UMS dan UGM serta mendorong mahasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Menurutnya, penguatan kapasitas riset menjadi kebutuhan penting bagi tenaga kesehatan di masa depan.
Beliau juga mengungkapkan kebanggaannya karena sejumlah alumni Magister Ilmu Biomedik UGM kini berkarier sebagai dosen dan tenaga pengajar di lingkungan FK UMS. Kehadiran para alumni tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan kedokteran dan riset kesehatan.
Roadshow menghadirkan empat narasumber dari FK-KMK UGM dengan tema yang saling melengkapi. Dra. Dewajani Purnomosari, M.Si., Ph.D. memaparkan pentingnya penerapan Good Clinical Laboratory Practice dan biosafety sebagai fondasi penelitian biomedik yang aman dan kredibel. Materi yang disampaikan mencakup manajemen risiko laboratorium, penggunaan alat pelindung diri, penanganan sampel, hingga pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun sesuai regulasi.
Sementara itu, dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D. menjelaskan peran ilmu biomedik sebagai jembatan antara sains dasar dan ilmu klinis. Melalui riset di tingkat sel, molekul, dan genetika, berbagai temuan ilmiah dapat diterjemahkan menjadi inovasi diagnosis, terapi, maupun strategi pencegahan penyakit yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Pada sesi berikutnya, dr. Nur Arfian, Ph.D., PAK(K), selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Biomedik, memperkenalkan profil program studi secara komprehensif. Ia memaparkan kurikulum berbasis riset dan publikasi ilmiah, fasilitas laboratorium unggulan, peluang memperoleh hibah penelitian, serta jejaring kerja sama nasional dan internasional yang membuka kesempatan mahasiswa mengikuti magang riset dan konferensi ilmiah.
Adapun dr. Widya Wasityastuti, M.Sc., M.Med.Ed., Ph.D., Sp.KKLP menjelaskan program double degree yang memungkinkan mahasiswa menempuh studi di UGM dan universitas mitra di luar negeri. Program ini memberikan manfaat berupa pengalaman akademik internasional, penguatan kemampuan bahasa Inggris dan metodologi penelitian, serta peningkatan daya saing lulusan di tingkat global.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kapasitas riset biomedik yang mendukung inovasi diagnosis, terapi, dan pencegahan penyakit. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan akses informasi dan motivasi bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan magister berbasis riset dan standar internasional. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara UGM dan UMS dalam memperkuat jejaring akademik. (Kontributor: Intan Salsabila).




