FK-KMK UGM. Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Emerging Challenges of Synthetic Cannabinoids in Southeast Asia: Vaping Vectors, Dual Diagnosis, and Digital Interventions”. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid di Teater Perpustakaan pada Jumat (21/8/2026).
Kuliah tamu ini menghadirkan Dr. Yee Hway Ann (Anne Yee) dari Monash University Malaysia dan University of Malaya. Kehadiran pakar internasional ini dirancang untuk memperdalam pemahaman peserta terkait psikiatri adiksi, diagnosis ganda (dual diagnosis), serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Ketua Program Studi Pendidikan Spesialis (PPDS) Ilmu Kedokteran Jiwa, Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ(K), menyambut para peserta yang terdiri atas mahasiswa PPDS Ilmu Kedokteran Jiwa, tetapi juga Neurologi, dokter muda, serta mahasiswa lainnya. dr Ronny turut mengapresiasi kesediaan Dr. Anne untuk berbagi wawasan yang relevan dengan dinamika terkini pada layanan kesehatan jiwa.
“Kami berharap, sesi ini dapat memberikan perspektif baru, memantik diskusi, dan membuka peluang kolaborasi akademik di masa depan antara institusi kita,” kata dr. Ronny.
Dalam paparannya, Dr. Anne membahas ancaman tersembunyi di dalam pod rokok elektrik (vape). Ia menyoroti peredaran kanabinoid sintetis yang kini mulai merambah wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara. Tren ini terus meningkat, terutama sejak masa pasca-COVID sejak tahun 2020.
Anne Yee menyebut, vape pada dasarnya diciptakan oleh seorang apoteker asal Tiongkok yang merupakan perokok berat. Ia menghabiskan dua bungkus rokok sehari dan sudah berupaya keras untuk berhenti, tapi selalu gagal. Kecemasannya pun semakin memuncak setelah ayahnya—yang juga seorang perokok berat menahun—meninggal dunia akibat kanker paru-paru.
“Saat itu, dia sangat ingin menghentikan kebiasaan merokoknya. Itulah sebabnya dia menciptakan alat bantu berhenti merokok ini, mematenkannya, dan mencoba memasarkannya di tengah aturan kawasan bebas asap rokok. Alat ini dianggap sebagai bagian dari upaya pengurangan dampak buruk dibandingkan rokok tembakau konvensional,” kata Anne Yee.
Namun, situasinya kini telah bergeser. Salah satu krisis terbesar saat ini adalah penggunaan vape di kalangan masyarakat luas sebagai sarana atau medium untuk mengonsumsi obat-obatan terlarang secara terselubung.
Selain membahas awal mula hadirnya vape, Anne Yee juga menceritakan perjalanan perkembangan bentuk rokok elektrik dan tren penggunaannya secara global, analisis mendalam mengenai zat-zat ilegal yang kerap dimasukkan ke dalam cairan vape, serta dampak penggunaan kanabinoid sintetis terhadap psikologis dan diagnosis ganda pada pasien. Ia juga menuturkan langkah pertolongan kognitif bagi pengguna vape dan inovasi intervensi digital untuk mendukung proses rehabilitasi.
Penyelenggaraan kuliah tamu ini menjadi manifestasi nyata dari komitmen FK-KMK UGM dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 4: Pendidikan Berkualitas karena memfasilitasi transfer keahlian klinis untuk meningkatkan kompetensi residen, dokter muda, dan mahasiswa dalam mencegah serta menangani adiksi kanabinoid sintetis. Selain itu, acara ini juga berkontribusi langsung pada SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena memperkuat sinergi dan kolaborasi akademik regional antara FK-KMK UGM dengan Monash University Malaysia dan University of Malaya untuk merumuskan solusi atas tantangan kesehatan mental masyarakat global. (Penulis: Citra/Humas).



