Hari Ketiga Workshop Cochrane di FK-KMK UGM Bekali Peserta Menyusun Kesimpulan Systematic Review

FK-KMK UGM.  Center for Evidence and Biomedical Utilities (CE&BU) bersama Cochrane Indonesia dan Fakultas Kedokteran Gigi UGM menyelenggarakan hari ketiga Systematic Review following Cochrane Method Workshop sebagai penutup rangkaian pelatihan penyusunan systematic review berbasis metode Cochrane. Kegiatan yang berlangsung pada 18 Juli 2026 di Yogyakarta ini berfokus pada interpretasi hasil analisis, penilaian kualitas bukti, serta penyusunan kesimpulan penelitian sebagai tahapan akhir dalam menghasilkan systematic review yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Hari terakhir workshop dirancang untuk melengkapi seluruh tahapan pembelajaran yang telah diperoleh peserta sejak hari pertama, mulai dari perumusan pertanyaan penelitian, strategi penelusuran literatur, proses seleksi artikel, ekstraksi data, hingga analisis hasil penelitian. Dengan demikian, peserta memperoleh pemahaman yang utuh mengenai penyusunan systematic review sesuai standar internasional yang dikembangkan oleh Cochrane.

Materi pembuka membahas konsep heterogenitas, yaitu variasi karakteristik maupun hasil antarpenelitian yang dimasukkan dalam sebuah systematic review. Peserta mempelajari pentingnya mengidentifikasi sumber-sumber heterogenitas sebelum menggabungkan hasil penelitian melalui meta-analisis. Pemahaman terhadap heterogenitas menjadi langkah penting agar interpretasi hasil penelitian dilakukan secara tepat serta menghasilkan kesimpulan yang valid.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan Web RevMan, perangkat lunak yang digunakan dalam penyusunan dan analisis systematic review Cochrane. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai berbagai fitur yang tersedia, peserta mengikuti sesi praktik untuk mengolah data penelitian, menyusun hasil analisis, serta menyajikan temuan secara sistematis. Melalui praktik langsung tersebut, peserta memperoleh pengalaman menggunakan perangkat yang banyak dimanfaatkan dalam penyusunan publikasi ilmiah berbasis bukti.

Materi kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai interpretasi hasil analisis dan penerapan pendekatan GRADE (Grading of Recommendations Assessment, Development and Evaluation). Pendekatan ini digunakan untuk menilai tingkat kepastian bukti yang dihasilkan sehingga peneliti dapat memberikan rekomendasi berdasarkan kualitas bukti yang tersedia

Pada sesi penutup, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik menyusun kesimpulan penelitian dan penulisan hasil systematic review. Pembahasan menekankan pentingnya menyampaikan hasil secara objektif, proporsional, serta sesuai dengan kekuatan bukti yang diperoleh. Kemampuan tersebut menjadi salah satu aspek penting agar hasil penelitian dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan klinis maupun penyusunan kebijakan kesehatan berbasis bukti.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan penggunaan bukti ilmiah dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan peneliti dalam metodologi penelitian. Penguatan kompetensi penelitian berbasis metode Cochrane turut mendukung SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Selain itu, kolaborasi antara FK-KMK UGM, Cochrane Indonesia, dan Fakultas Kedokteran Gigi UGM mencerminkan implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Grace Sandy Br Barus).