FK-KMK UGM Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Pertolongan Awal Kesehatan Mental Melalui Pelatihan PFA

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM mengadakan Pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi Tenaga Kependidikan pada 6-8 Oktober 2026 di Kantor Pusat FK-KMK UGM. Pelatihan ini bekerja sama dengan Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM, guna meningkatkan kompetensi literasi dan pertolongan awal kesehatan mental bagi Tenaga  Kependidikan  di  lingkungan FK-KMK UGM.

“Pertolongan pertama psikologis dapat dilakukan siapapun tidak hanya oleh Dokter, Psikolog, atau Psikiater. Bapak/Ibu tenaga kependidikan pun juga bisa berperan saat menghadapi mahasiswa yang membutuhkan pertolongan psikologis,” ungkap dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D saat membuka pelatihan tersebut.

Ia menyampaikan, saat ini berbagai isu yang berkaitan dengan kesehatan mental semakin banyak diperbincangkan dan menunjukkan kecenderungan peningkatan masalah kesehatan mental di masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kompetensi literasi kesehatan mental bagi tenaga kependidikan, yang dalam kesehariannya sering bersinggungan dengan mahasiswa.

Berbagai materi kesehatan mental disampaikan oleh Tim CPMH kepada 60 peserta pelatihan, diantaranya meliputi literasi kesehatan mental, PFA Tenaga Kependidikan sebagai safe adult & first aider, prosedur penanganan kasus kesehatan mental mahasiswa, seni komunikasi dalam PFA, stabilisasi psikologis dan Self Care, serta Kampus Sejahtera: bagaimana sistem kesehatan mental di kampus dapat meningkatkan well-being.

“Sistem kesehatan mental bukan hanya tentang siapa yang memberikan layanan, tetapi juga bagaimana seluruh warga kampus mengenali, merespons, dan menghubungkan seseorang dengan dukungan yang tepat,” papar Wirdatul Anisa, M.Psi., Psikolog dalam salah satu materinya. Ia menambahkan, literasi kesehatan mental membantu warga kampus untuk dapat memahami kesehatan mental sehingga mampu melakukan berbagai hal untuk membangun sistem kesehatan mental. Literasi kesehatan mental juga memungkinkan untuk semua bisa menjadi penolong pertama: Look, Listen, dan Link.

Pada Pelatihan PFA tersebut, Tim CPMH Fakultas Psikologi UGM juga menghadirkan sejumlah pemeran simulasi untuk sesi praktik. Peserta pelatihan PFA tidak hanya menerima teori literasi kesehatan mental, namun juga melakukan praktik penanganan pertolongan pertama psikologis untuk melatih komunikasi yang empatik dan suportif kepada klien. Peserta pelatihan dibagi menjadi enam kelompok, tiap kelompok akan menangani tiga klien dengan permasalahan yang berbeda. “Jika diperlukan, selain mempraktikkan komunikasi empatik dan suportif, peserta pelatihan PFA juga dapat menerapkan teknik relaksasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan klien,” ungkap Anggit Nursasmito, S.Psi.

Di akhir kegiatan, Tim CPMH Fakultas PSikologi UGM memberi pesan kepada peserta pelatihan agar selalu menjadi penolong pertama bagi diri sendiri dahulu sebelum menjadi penolong bagi orang lain. “Kita mungkin tidak bisa menyelesaikan semua masalah, tetapi kita bisa menjadi bagian awal dari perubahan besar,” sambung Wirdatul Anisa di materi penghujung kegiatan. (Kontributor: Mita)