FK-KMK UGM Dukung Penguatan Skrining Layak Hamil untuk Mempersiapkan Kehamilan Sehat

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam penguatan upaya kesehatan reproduksi melalui keterlibatan Dr. dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.O.G., Subsp. Urogin, Re., sebagai narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Skrining Layak Hamil yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 12 Oktober 2026, di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan, terutama bagi calon pengantin dan pasangan usia subur, agar persiapan kehamilan dapat dilakukan secara lebih sehat, aman, dan terencana.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. dr. Muhammad Nurhadi Rahman menyampaikan materi bertajuk “Skrining Layak Hamil bagi Calon Pengantin dan Pasangan Usia Subur”. Materi ini menyoroti pentingnya mengenali kondisi kesehatan sejak sebelum konsepsi sebagai bagian dari persiapan kehamilan. Pemeriksaan kesehatan sebelum hamil dapat membantu mengidentifikasi faktor risiko yang berpotensi memengaruhi kesehatan ibu maupun janin, sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat direncanakan lebih awal.

Skrining layak hamil menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan calon orang tua memperoleh informasi yang memadai mengenai kondisi kesehatannya. Melalui pemeriksaan sejak dini, masalah kesehatan yang berpotensi memengaruhi kehamilan dapat diketahui lebih awal. Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi dasar untuk memberikan edukasi, pendampingan, maupun penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu sebelum kehamilan direncanakan.

Upaya ini juga merupakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan reproduksi. Persiapan kehamilan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan fisik, tetapi juga pemahaman mengenai kondisi kesehatan dan faktor-faktor yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk hamil. Dengan demikian, calon pengantin dan pasangan usia subur memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi kesehatan yang tepat.

Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan sebelum kehamilan perlu terus diperkuat agar faktor risiko dapat diantisipasi sedini mungkin. Persiapan yang baik diharapkan membantu mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan serta mendukung perlindungan kesehatan ibu dan bayi. Oleh karena itu, skrining layak hamil perlu dipahami sebagai bagian dari perencanaan keluarga, bukan sekadar pemeriksaan yang dilakukan ketika kehamilan telah terjadi.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan ibu dan anak. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi perguruan tinggi dan dinas kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. (Kontributor: Munjayati).