FK-KMK UGM Tampilkan Kontribusi Akademik pada Forum Internasional Health Technology Assessment di Tiongkok

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak–Pediatric Research Office (PKKA-PRO) berpartisipasi dalam Policy Seminar on “From Evidence to Action: The Application of Health Technology Assessment, Priority Setting, and Strategic Purchasing for Population Health in Enhancing Health System Performance and Advancing Universal Health Coverage” yang diselenggarakan di Fudan University, Shanghai, Tiongkok. Kegiatan yang berlangsung pada 3–4 Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, PKKA-PRO FK-KMK UGM diwakili oleh Prof. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D. sebagai pembicara dan Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp.A., Subsp. IPT(K). Keterlibatan kedua akademisi ini menunjukkan komitmen FK-KMK UGM dalam mendorong pengembangan kebijakan kesehatan yang berbasis bukti ilmiah, khususnya melalui pendekatan Health Technology Assessment (HTA), penetapan prioritas layanan kesehatan (priority setting), dan pembelian layanan kesehatan yang strategis (strategic purchasing).

Melalui forum ini, para peserta juga memperoleh wawasan mengenai strategi implementasi Universal Health Coverage (UHC) yang lebih efektif. Pemanfaatan HTA, misalnya, dipandang sebagai instrumen penting dalam memastikan penggunaan sumber daya kesehatan secara efisien dan tepat sasaran. Sementara itu, pendekatan priority setting dan strategic purchasing membantu pemerintah dan penyedia layanan kesehatan dalam menentukan intervensi yang memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat.

Partisipasi PKKA-PRO FK-KMK UGM dalam seminar internasional tersebut sekaligus memperkuat posisi institusi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan kesehatan yang aktif berkontribusi di tingkat global. Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai institusi akademik dan organisasi kesehatan internasional dalam pengembangan riset serta inovasi kebijakan kesehatan.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya penguatan sistem kesehatan dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas berbasis bukti ilmiah. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas akademisi, peneliti, dan praktisi kesehatan dalam memahami kebijakan kesehatan modern. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur untuk membangun sistem kesehatan yang adaptif dan berkelanjutan. Di sisi lain, kolaborasi antara institusi akademik, organisasi kesehatan, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara mencerminkan implementasi SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Dhimas Sholikhul Huda.).