FK-KMK UGM. Departemen Anestesi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama RSUP Dr. Sardjito menyelenggarakan kegiatan Round Table Discussion bertajuk “In Critically Patient: How To Manage Fluid and Nutrition” di Ruang Bisma, Gedung Diklat RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 19 Mei 2026 tersebut diikuti oleh 56 peserta yang terdiri atas dokter anestesiologi, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) tahap 1 dan tahap 2, serta tenaga keperawatan.
Kegiatan dibuka dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh dr. Rifdhani Fakhrudin Nur, Sp.An-TI, Subsp.An.Kv(K). Dalam forum tersebut, para peserta diajak mendalami berbagai aspek penting terkait pengelolaan cairan dan nutrisi, khususnya pada pasien yang menjalani perawatan intensif maupun tindakan perioperatif. Topik ini menjadi sangat relevan mengingat tata laksana cairan yang tepat berperan besar dalam menjaga stabilitas fisiologis pasien dan mendukung keberhasilan terapi secara keseluruhan.
Sesi pertama disampaikan oleh dr. Erlangga Prasamya, Sp.An-TI, Subsp.TI(K) yang membawakan materi mengenai “Fluid Stewardship & Nutrition Management in Hospital Setting”. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya penerapan konsep fluid stewardship sebagai pendekatan sistematis dalam pengelolaan terapi cairan di rumah sakit. Pendekatan ini mencakup pemantauan keseimbangan cairan secara ketat, pemilihan jenis cairan yang sesuai dengan kondisi pasien, serta integrasi dukungan nutrisi sebagai bagian dari strategi perawatan komprehensif. Melalui tata kelola yang baik, luaran klinis pasien diharapkan dapat meningkat sekaligus mengurangi risiko komplikasi yang tidak diinginkan.
Pada sesi berikutnya, dr. Calcarina Fitriani R. W., Sp.An-TI, Subsp.T.I.(K) memaparkan materi bertajuk “Balanced Solution for Perioperative Fluid Therapy”. Ia menjelaskan perkembangan penggunaan cairan kristaloid seimbang (balanced crystalloid) dalam terapi cairan perioperatif. Menurutnya, pemilihan cairan yang memiliki komposisi lebih mendekati kondisi fisiologis tubuh dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit, mempertahankan stabilitas hemodinamik, serta mengurangi risiko gangguan metabolik selama dan setelah tindakan operasi. Materi ini memberikan wawasan praktis yang dapat diterapkan oleh tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan klinis sehari-hari.
Selain menghadirkan sesi akademik utama, kegiatan ini juga diisi dengan presentasi dari mitra industri kesehatan. dr. Sugemay Indra dari Otsuka memperkenalkan Physio 140 sebagai salah satu inovasi dalam terapi cairan yang dikembangkan untuk mendukung praktik klinis modern. Kehadiran sektor industri dalam forum ilmiah ini memberikan perspektif tambahan mengenai perkembangan teknologi dan produk kesehatan yang dapat menunjang pelayanan pasien.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kualitas tata laksana pasien kritis berbasis bukti ilmiah dan penguatan keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan menyediakan ruang pembelajaran dan pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi dokter, peserta didik, dan tenaga kesehatan. Kolaborasi yang terjalin antara institusi pendidikan, rumah sakit, serta mitra industri kesehatan juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Irham H, Gilar P, Nashirudin, Hendro).




