FK-KMK UGM Selenggarakan Pelatihan Pembimbingan Klinik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan Profesi Kesehatan

FK-KMK UGM. Departemen Pendidikan Kedokteran dan Bioetika FK-KMK UGM menyelenggarakan Pelatihan Pembimbingan dan Penilaian di Pendidikan Klinik sebagai upaya memperkuat kapasitas pendidik kesehatan dalam mendukung pembelajaran profesi yang berkualitas. Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta ini menghadirkan para pengajar, dosen klinik, serta pengelola program pendidikan profesi dan spesialis dari berbagai institusi pendidikan kesehatan di Indonesia. Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 20–21 Mei 2026, dengan fokus pada peningkatan kemampuan pembimbing klinik dalam melakukan supervisi dan penilaian peserta didik secara efektif, terstruktur, serta berbasis kompetensi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FK-KMK UGM untuk mendukung penguatan kualitas pendidikan profesi kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masa kini. Dalam pendidikan profesi kesehatan, fase klinik merupakan tahapan yang sangat penting karena menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan praktik nyata di lapangan.

Pada tahap ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mengembangkan keterampilan klinis, komunikasi, profesionalisme, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi pelayanan kesehatan yang kompleks. Oleh karena itu, peran pembimbing klinik menjadi faktor kunci dalam membentuk lulusan yang kompeten dan siap terjun ke dunia kerja.

Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip pembimbingan klinik yang efektif dan berorientasi pada pencapaian kompetensi. Seorang pembimbing klinik tidak hanya berfungsi sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan profesional yang memberikan contoh praktik terbaik kepada peserta didik dalam lingkungan pelayanan kesehatan.

Kegiatan menghadirkan dua narasumber, yaitu dr. Yoyo Suhoyo, MMedEd, PhD dan Dr. dr. Ide Pustaka Setiawan, MSc, SpOG, FFRI. Keduanya membagikan wawasan dan pengalaman terkait strategi pembimbingan yang mampu mendorong peserta didik berkembang secara optimal sesuai kebutuhan pembelajaran klinik. Berbagai metode pembelajaran diperkenalkan kepada peserta, di antaranya Bedside Teaching, One Minute Preceptor, SNAPPS Model, pemberian umpan balik atau feedback, serta refleksi pembelajaran. Metode-metode tersebut dirancang untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif, berpusat pada peserta didik, serta tetap selaras dengan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien.

Pelatihan juga membahas beragam instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk mengevaluasi pencapaian kompetensi peserta didik secara komprehensif. Materi mencakup Case Based Discussion (CBD), Mini Clinical Evaluation Exercise (Mini-CEX), Direct Observation of Procedural Skills (DOPS), Objective Structured Long Examination Record (OSLER), Multi Source Feedback (MSF), hingga penilaian berbasis portofolio. Pemahaman terhadap berbagai instrumen tersebut diharapkan membantu peserta memilih metode evaluasi yang sesuai dengan kebutuhan institusi dan karakteristik pembelajaran klinik yang dijalankan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena berfokus pada peningkatan kompetensi pendidik dan penguatan kualitas proses pembelajaran berbasis kompetensi di lingkungan pendidikan kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan jejaring, kolaborasi, dan pertukaran praktik baik antar institusi pendidikan kesehatan dalam upaya bersama meningkatkan mutu pendidikan klinik dan menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas. (Kontributor: Ekwar Trianto).