FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Leprosy Serosurvey in Schoolchildren & Guest Lecture Programme sebagai bagian dari upaya memperkuat eliminasi kusta di Indonesia melalui penelitian, pendidikan, dan kolaborasi internasional. Kegiatan yang melibatkan Departemen Dermatologi dan Venereologi (DV) FK-KMK UGM, Center for Tropical Medicine FK-KMK UGM, Leiden University Medical Center (LUMC) Belanda, Labkesmas Yogyakarta, serta sejumlah puskesmas di Daerah Istimewa Yogyakarta ini bertujuan memantau transmisi Mycobacterium leprae, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, sekaligus memperkuat jejaring riset di bidang penyakit tropis.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada 6–10 Juli 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama pelaksanaan, hadir Prof. Dr. Annemieke Geluk, M.Sc., Ph.D. dan Hana Krismawati, M.Sc. dari LUMC sebagai mitra internasional yang berkolaborasi dengan tim peneliti FK-KMK UGM dalam pelaksanaan serosurvei, kuliah tamu ilmiah, hingga pelatihan laboratorium. Kegiatan lapangan difokuskan pada pelaksanaan serosurvei terhadap anak-anak sekolah dasar di Kabupaten Gunungkidul.
Selama tiga hari, tim berhasil melakukan skrining terhadap 211 siswa di SDN Ngeposari II, SDN Belang, dan SDN Grogol 4. Pemeriksaan meliputi evaluasi kesehatan kulit, pengambilan sampel darah ujung jari (fingerstick), serta pengumpulan data mengenai berbagai faktor risiko yang berpotensi memengaruhi penularan Mycobacterium leprae. Penelitian ini memanfaatkan pemeriksaan antibodi anti-PGL-I IgM sebagai indikator paparan infeksi di masyarakat, sehingga diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dinamika transmisi kusta di wilayah tersebut.
Sebelum pemeriksaan dilakukan, peserta beserta orang tua memperoleh penjelasan mengenai penyakit kusta, tujuan penelitian, serta pentingnya deteksi dini dalam mendukung upaya eliminasi penyakit. Tahapan pemeriksaan kemudian dilakukan secara terintegrasi, meliputi pengukuran antropometri, penilaian bekas imunisasi BCG, pemeriksaan kesehatan kulit oleh tim Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM, pengambilan sampel darah, serta wawancara mengenai kondisi sosial ekonomi, lingkungan tempat tinggal, dan perilaku hidup bersih peserta.
Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan tidak ditemukannya kasus suspek kusta pada seluruh peserta yang mengikuti skrining. Temuan tersebut menjadi informasi penting karena memperlihatkan bahwa pemeriksaan klinis saja belum cukup untuk menggambarkan kondisi transmisi M. leprae di masyarakat. Oleh karena itu, pemeriksaan serologi dipandang sebagai pendekatan yang lebih sensitif untuk mendeteksi paparan infeksi sejak dini, bahkan sebelum muncul manifestasi klinis.
Selain kegiatan lapangan, FK-KMK UGM juga menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Immunodiagnostics and Control of Mycobacterial Infectious Diseases: Leprosy and Tuberculosis” pada 9 Juli 2026 di Gedung Radiopoetro FK-KMK UGM yang dilaksanakan secara hibrida. Forum akademik ini menghadirkan Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.D.V.E., Prof. dr. Yanri W. Subronto, Ph.D., Sp.PD-KPTI., dan Prof. Dr. Annemieke Geluk sebagai narasumber. Para pembicara membahas perkembangan terkini diagnostik imunologi pada kusta dan tuberkulosis, termasuk pemanfaatannya dalam mendukung deteksi dini, pengendalian penyakit, serta pengembangan riset berbasis imunologi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan dan pelatihan laboratorium di Labkesmas Bantul. Pada sesi ini, peserta mempelajari penggunaan teknologi Up-Converting Phosphor Lateral Flow Assay (UCP-LFA) untuk membaca hasil pemeriksaan antibodi anti-PGL-I menggunakan perangkat ESEquant LFR. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga laboratorium dalam melakukan analisis serologi sesuai standar internasional sekaligus memperkuat kesiapan Indonesia dalam mendukung penelitian berbasis imunodiagnostik.
Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan deteksi dini serta penelitian untuk pengendalian penyakit menular. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penyelenggaraan kuliah tamu dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan serta peneliti. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur didukung melalui penerapan teknologi imunodiagnostik dalam penelitian kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, Leiden University Medical Center, Labkesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memperkuat penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. (Kontributor: Anggit Mora Cita Harahap, Nur Aida Oktasari, Wega Wisesa Setiabudi)




