FK-KMK UGM Selenggarakan Hackathon Nasional untuk Mengembangkan Solusi Inovatif Kesehatan Mental dan Tuberkulosis

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) FK-KMK UGM menyelenggarakan Lomba Hackathon yang ditujukan bagi mahasiswa program sarjana (S1) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai wadah pengembangan solusi inovatif di bidang kesehatan masyarakat. Kegiatan yang diumumkan pada 2 Mei 2026 ini mengangkat dua isu kesehatan yang menjadi perhatian nasional, yaitu kesehatan mental dan tuberkulosis (TB), dengan mendorong peserta menghadirkan gagasan, teknologi, maupun model intervensi yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.

Penyelenggaraan kompetisi ini berangkat dari berbagai tantangan kesehatan yang masih dihadapi Indonesia. Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah meningkatnya permasalahan kesehatan mental, terutama di kalangan mahasiswa. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus bunuh diri yang melibatkan mahasiswa menjadi sorotan publik dan menunjukkan perlunya penguatan sistem dukungan kesehatan mental yang lebih komprehensif. Tekanan akademik, persoalan sosial, hingga kondisi psikologis yang tidak tertangani secara optimal menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kerentanan tersebut.

Melalui Hackathon MKM UGM, peserta ditantang untuk merancang berbagai inovasi yang dapat mendukung pencegahan bunuh diri, meningkatkan deteksi dini gangguan kesehatan mental, serta memperkuat akses terhadap layanan dan dukungan psikososial. Solusi yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan mental, khususnya bagi mahasiswa dan kelompok usia muda.

Selain kesehatan mental, kompetisi ini juga mengangkat isu tuberkulosis di lingkungan kerja. Hingga saat ini, TB masih menjadi salah satu penyakit menular yang memberikan beban kesehatan cukup besar di Indonesia. Banyak perusahaan belum memiliki sistem skrining kesehatan yang memadai untuk mendeteksi TB secara dini. Di sisi lain, stigma terhadap penderita TB masih menjadi hambatan yang menyebabkan sebagian pekerja enggan mengungkapkan kondisi kesehatannya karena khawatir mengalami diskriminasi atau kehilangan pekerjaan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, peserta didorong mengembangkan berbagai inovasi yang dapat membantu perusahaan melakukan skrining kesehatan secara lebih efektif, mendukung deteksi dini kasus TB, serta menciptakan mekanisme penanganan yang aman dan inklusif bagi pekerja yang terdiagnosis. Pendekatan ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya lingkungan kerja yang lebih sehat sekaligus mengurangi stigma terhadap penyandang TB.

Berbagai tim mahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia berpartisipasi dengan menghadirkan ide-ide kreatif yang menggabungkan pendekatan teknologi, kesehatan masyarakat, dan pemberdayaan komunitas. Ragam inovasi yang dipresentasikan menunjukkan peran strategis generasi muda dalam menjawab tantangan kesehatan melalui solusi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Untuk memperkuat relevansi solusi yang dikembangkan, kegiatan ini menggandeng dua organisasi nonpemerintah di Yogyakarta sebagai mitra strategis. Organisasi pertama adalah Satu Nama yang berfokus pada isu kesehatan jiwa dan kesehatan mental. Mitra kedua adalah Sinergi Sehat Indonesia yang aktif bergerak dalam pencegahan dan pengendalian tuberkulosis. Kehadiran kedua organisasi tersebut memberikan perspektif praktis serta memperkaya pemahaman peserta mengenai tantangan yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya penguatan kesehatan mental serta pengendalian tuberkulosis yang berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas, karena memberikan ruang pembelajaran berbasis inovasi, kreativitas, dan pemecahan masalah nyata bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sementara kemitraan dengan organisasi masyarakat sipil turut memperkuat pencapaian SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam membangun solusi kesehatan yang berkelanjutan dan berdampak luas. (Kontributor: Nanda Melania D.).