FK-KMK UGM. Program Studi Subspesialis Penyakit Dalam menyelenggarakan review dan evaluasi kurikulum untuk menyelaraskan pendidikan dengan perkembangan ilmu kedokteran, standar pendidikan subspesialis, serta kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada 3–4 Oktober 2026 di Ruang 1.1, Gedung KPTU FK-KMK UGM, dengan melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan.
Evaluasi kurikulum melibatkan pengelola program studi, dosen, peserta didik, dan Unit Jaminan Mutu FK-KMK UGM. Sejumlah pemangku kepentingan eksternal turut memberikan masukan, meliputi pakar Kolegium Ilmu Penyakit Dalam, Direksi RSUP Dr. Sardjito sebagai wahana pendidikan utama, alumni, serta perwakilan dinas kesehatan. Keterlibatan berbagai pihak ini memungkinkan peninjauan kurikulum dilakukan dari beragam perspektif, mulai dari kebutuhan akademik hingga penerapan kompetensi dokter subspesialis dalam pelayanan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, program studi memaparkan visi keilmuan untuk menjadi program studi berkelas dunia dan inovatif, dengan lulusan yang profesional serta unggul dalam penerapan personalized medicine atau kedokteran yang disesuaikan dengan karakteristik individual pasien. Pengembangan keilmuan tersebut berlandaskan kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine) dan penelitian yang mempertimbangkan keberagaman populasi lokal.
Pada peminatan Reumatologi, salah satu arah pengembangan keunggulan adalah terapi herbal. Peminatan Pulmonologi dan Medik Kritis mengembangkan keunggulan dalam diagnosis dan terapi kanker paru, pemanfaatan sel punca, serta terapi herbal. Sementara itu, peminatan Ginjal Hipertensi menitikberatkan pada transplantasi ginjal, sedangkan Endokrinologi Metabolik Diabetes mengembangkan terapi sel punca dan studi genomik.
Peminatan Geriatri berfokus pada asesmen geriatrik komprehensif untuk mendukung penanganan pasien lanjut usia. Peminatan Penyakit Tropik dan Infeksi mengembangkan manajemen penyakit serta kesehatan perjalanan. Adapun Gastroenterohepatologi mengangkat pendekatan water-assisted colonoscopy, sedangkan Hematologi dan Onkologi Medik menitikberatkan pada tata laksana kanker secara multidisiplin dan pengembangan registri kanker.
Evaluasi kurikulum juga mempertimbangkan umpan balik dari pengguna lulusan dan alumni. Paparan program studi menyajikan hasil survei pada September 2025 yang melibatkan 12 institusi pengguna lulusan dan 15 lulusan. Berdasarkan hasil survei pengguna lulusan, penilaian berada pada kategori baik sebesar 52,6% dan sangat baik sebesar 46,1%. Sementara itu, hasil survei lulusan menunjukkan penilaian sangat baik sebesar 73,3% dan baik sebesar 24,4%.
Masukan dari survei tersebut menyoroti pentingnya melibatkan pengguna lulusan dalam proses evaluasi kurikulum. Partisipasi alumni juga dinilai perlu diperhatikan, termasuk dalam perbaikan sistem seleksi. Umpan balik ini menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk memastikan kurikulum tidak hanya memenuhi standar pendidikan, tetapi juga relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan dalam praktik profesional.
Dari sisi standar pendidikan profesi, perwakilan Kolegium Ilmu Penyakit Dalam, dr. Pearla Lasut, SpPD, K-HOM, memberikan telaah dan masukan konstruktif terhadap kurikulum, terutama terkait penyesuaian ujian kompetensi yang berdampak pada pelaksanaan pendidikan. Masukan tersebut menjadi bagian dari pembahasan untuk menjaga keselarasan antara kurikulum dan ketentuan kompetensi yang berlaku.
Unit Jaminan Mutu FK-KMK UGM yang diwakili dr. Yudha Nurhantari, Sp.F., Ph.D., turut memberikan masukan mengenai persiapan akreditasi LAM-PTKes dengan delapan kriteria. Pembahasan ini membantu program studi meninjau aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam penguatan sistem penjaminan mutu dan kesiapan akreditasi. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyusunan dan pengembangan Rencana Pembelajaran dan Kegiatan Semester (RPKPS) sebagai tindak lanjut evaluasi.
Kegiatan ini selaras dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kompetensi dokter subspesialis untuk mendukung pelayanan kesehatan. Kegiatan ini juga sesuai dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui evaluasi dan penyempurnaan kurikulum, serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi fakultas, rumah sakit pendidikan, kolegium, alumni, dan pemerintah. (Kontributor: Siwi Ratri).




