FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan (Center of Health Behavior and Promotion/CHBP) FK-KMK UGM berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengendalian tembakau dengan berpartisipasi pada Indonesian Conference on Tobacco or Health (ICTOH) 2026. Dalam konferensi yang berlangsung pada 21–22 Mei 2026 di ASEEC Tower, Kampus B Universitas Airlangga, Surabaya, lima karya ilmiah hasil kolaborasi mahasiswa, dosen, peneliti, dan asisten peneliti CHBP FK-KMK UGM berhasil diterima untuk dipresentasikan secara oral. Keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen FK-KMK UGM dalam menghasilkan penelitian yang relevan dan berdampak bagi kesehatan masyarakat, khususnya dalam isu pengendalian tembakau di Indonesia.
Partisipasi ini berada di bawah bimbingan dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., dan Prof. Dra. R.A. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. Keduanya secara aktif mendampingi proses pengembangan penelitian hingga diseminasi hasil riset dalam forum ilmiah nasional. Keterlibatan CHBP FK-KMK UGM dalam ICTOH 2026 sekaligus mempertegas peran institusi sebagai pusat kajian yang berfokus pada promosi kesehatan dan pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular.
Penelitian pertama yang dipresentasikan oleh Nia Lestari Muqarohmah, S.Kep., Ns., MPH berjudul “Will AI Help Translate Evidence on E-Cigarettes and Cardiovascular Health? A Pilot Study Using Generative AI for Public Health Communication”. Studi ini mengeksplorasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan generatif untuk menerjemahkan bukti ilmiah mengenai dampak rokok elektronik terhadap kesehatan kardiovaskular menjadi konten media sosial yang lebih mudah dipahami masyarakat. Temuan tersebut menunjukkan potensi besar teknologi digital dalam mendukung komunikasi kesehatan berbasis bukti di era transformasi digital.
Penelitian kedua dipresentasikan oleh Kadek Darmawan, S.K.M. melalui kajian berjudul “Transisi dari Rokok Konvensional ke Rokok Elektronik pada Mahasiswa Rumpun Kesehatan: Studi Kualitatif tentang Persepsi Risiko dan Negosiasi Identitas”. Penelitian ini mengungkap bagaimana mahasiswa bidang kesehatan memandang penggunaan rokok elektronik, memahami risiko yang ditimbulkannya, serta membangun identitas sosial di tengah meningkatnya tren penggunaan vape pada kelompok usia muda.
Selanjutnya, Hafizha Ulya Nafi’u, S.K.M., MPH mempresentasikan penelitian berjudul “When Awareness Is Not Enough: Secondhand Smoke Exposure in Restaurants and Cafes in Indonesia”. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa paparan asap rokok masih terjadi di berbagai ruang publik seperti restoran dan kafe, meskipun kesadaran masyarakat mengenai bahaya asap rokok pasif terus meningkat. Temuan ini memperkuat urgensi implementasi kawasan tanpa rokok yang lebih efektif dan konsisten.
Penelitian lainnya dipresentasikan oleh Isna Nur Qurota A’yun, S.Gz. dengan judul “Household Expenditure Allocation Between Tobacco and Animal-Source Foods”. Kajian ini menyoroti hubungan antara pengeluaran rumah tangga untuk produk tembakau dan alokasi anggaran untuk pangan sumber protein hewani. Hasil penelitian memberikan gambaran mengenai dampak konsumsi tembakau terhadap kualitas gizi keluarga serta pentingnya kebijakan yang mendukung kesejahteraan dan ketahanan pangan rumah tangga.
Sementara itu, Maya Zuriati, S.K.M. mempresentasikan penelitian berjudul “Education, Risk Perception, and Smoking Behavior Among Women in Indonesia”. Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara tingkat pendidikan, persepsi risiko, dan perilaku merokok pada perempuan Indonesia. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi promosi kesehatan yang lebih responsif terhadap kelompok perempuan serta memperkuat kebijakan pengendalian tembakau yang inklusif.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui penelitian yang mengkaji hubungan konsumsi tembakau dengan alokasi pengeluaran rumah tangga untuk pangan bergizi. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui berbagai penelitian yang berupaya mencegah penyakit akibat konsumsi tembakau dan paparan asap rokok. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui keterlibatan aktif mahasiswa dan peneliti muda dalam kegiatan penelitian dan forum ilmiah nasional. SDG 5 Kesetaraan Gender melalui penelitian yang mengkaji perilaku merokok pada perempuan. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam komunikasi kesehatan berbasis bukti. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, peneliti, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghasilkan serta mendiseminasikan penelitian kesehatan masyarakat yang berdampak bagi pembangunan berkelanjutan. (Kontributor: Nia Lestari Muqarohmah).




