FK-KMK UGM Perkuat Pencegahan Merokok Remaja melalui Training Pendukung Sebaya Program ASSIST

FK-KMK UGM. Center of Health Behavior and Promotion (CHBP) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Training Pendukung Sebaya dalam program A Stop Smoking in Schools Trial (ASSIST) untuk memperkuat upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja melalui pendekatan teman sebaya di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 26–27 Agustus 2026 di Ruang Bintang SMP Stella Duce 1 Yogyakarta dengan melibatkan 53 siswa sebagai calon pendukung sebaya.

Pelatihan berlangsung selama dua hari dan dilaksanakan secara terpisah berdasarkan tingkat kelas. Sebanyak 27 siswa kelas IX mengikuti pelatihan pada hari pertama, sedangkan 26 siswa kelas VIII mengikuti kegiatan pada hari kedua. Para peserta dipilih melalui proses peer nomination, yaitu metode pemilihan berbasis teman sebaya untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki pengaruh sosial dan dapat menjadi penggerak positif di lingkungan pertemanannya.

Pelatihan dipandu oleh Alumni Pendukung Sebaya yang sebelumnya telah memperoleh pembekalan dari tim CHBP FK-KMK UGM. Model ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun keberlanjutan program ASSIST di lingkungan sekolah. Alumni yang telah memiliki pengalaman sebagai pendukung sebaya diberi kesempatan untuk mengambil peran sebagai fasilitator bagi generasi berikutnya.

Kegiatan turut didampingi oleh dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D. selaku ketua tim pengabdian. Pendampingan dari tim pengabdian diperlukan untuk memastikan proses pelatihan berjalan sesuai dengan tujuan program, sekaligus memberikan dukungan apabila peserta menghadapi kesulitan selama mengikuti berbagai aktivitas pembelajaran.

Materi yang diberikan mencakup mitos dan fakta mengenai rokok, kandungan zat dalam rokok, serta dampak merokok terhadap kesehatan, kehidupan sosial, dan lingkungan. Peserta juga diajak memahami bagaimana norma dan pandangan kelompok dapat memengaruhi perilaku merokok. Pembahasan tersebut penting karena keputusan seorang remaja untuk merokok tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan mengenai risiko kesehatan, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan pergaulan.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pencegahan perilaku merokok sejak dini; SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran partisipatif dan penguatan keterampilan hidup; SDG 5 Kesetaraan Gender melalui pelibatan peserta secara inklusif; serta SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah. (Kontributor: Sinta Ristiyanti, Nia Lestari Muqarohmah).