FK-KMK UGM Perkuat Mutu Pendidikan melalui Audit Mutu Internal Program Studi Magister Kebidanan

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Kebidanan melaksanakan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memastikan dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan. Pelaksanaan AMI menjadi ruang bagi Program Studi untuk mengevaluasi pemenuhan dan penerapan standar akademik sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat dalam pengelolaan pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses evaluasi berkelanjutan untuk mendukung pengembangan Program Studi Magister Kebidanan UGM.

AMI tidak hanya diarahkan pada pemeriksaan kelengkapan dokumen. Proses audit juga melihat bagaimana standar tersebut diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan, mulai dari pengelolaan sumber daya, suasana akademik, fasilitas pembelajaran, kerja sama, hingga pengembangan Program Studi. Dengan pendekatan tersebut, hasil audit dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi penyelenggaraan pendidikan dan area yang membutuhkan tindak lanjut.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah hasil AMI tahun sebelumnya kembali menjadi bagian dari pembahasan. Evaluasi mencakup pengembangan visi dan misi, kecukupan sumber daya manusia, penguatan tenaga kependidikan, pengelolaan fasilitas pembelajaran, serta penyelenggaraan kegiatan akademik. Berbagai upaya yang telah dilakukan Program Studi dalam merespons hasil audit sebelumnya turut menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan dan kebutuhan perbaikan selanjutnya.

Salah satu perhatian dalam AMI 2026 adalah penguatan arah pengembangan Program Studi. Dalam proses diskusi bersama asesor, Program Studi memperoleh masukan untuk memperjelas keunggulan yang ingin dikembangkan dan menuangkannya secara lebih spesifik dalam dokumen akademik. Arah pengembangan tersebut diharapkan dapat terhubung secara jelas dengan visi dan misi, kurikulum, serta pelaksanaan pembelajaran sehingga pengembangan Program Studi memiliki arah yang lebih terstruktur.

Aspek sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam evaluasi. Berdasarkan hasil audit, kebutuhan untuk memperkuat dosen dengan latar belakang kebidanan dan tenaga kependidikan masih menjadi perhatian. Ketersediaan sumber daya manusia yang sesuai menjadi salah satu unsur yang mendukung kualitas pembelajaran sekaligus layanan akademik bagi mahasiswa.

Dari sisi kerja sama, Program Studi didorong untuk terus mengembangkan kolaborasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kerja sama tidak hanya diarahkan pada penguatan jejaring kelembagaan, tetapi juga diharapkan dapat memberikan pengalaman yang relevan bagi mahasiswa. Salah satu bentuk yang menjadi perhatian adalah kerja sama yang memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung melalui kegiatan seperti magang.

Penguatan suasana akademik turut menjadi bagian dari evaluasi. Program Studi mendapatkan masukan untuk meningkatkan keteraturan kegiatan ilmiah sehingga aktivitas tersebut dapat berlangsung secara lebih rutin dan menjadi bagian dari budaya akademik. Penyelenggaraan kegiatan secara daring juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif untuk memperluas pelaksanaan kegiatan ilmiah secara berkelanjutan.

Hasil AMI 2026 juga menunjukkan sejumlah area yang masih memerlukan tindak lanjut. Beberapa di antaranya meliputi penguatan sumber daya manusia, pengembangan kerja sama Tridharma, peningkatan internasionalisasi mahasiswa, pelaksanaan kegiatan ilmiah secara rutin, pelaksanaan tracer study, serta optimalisasi fasilitas laboratorium. Berbagai area tersebut menjadi bahan untuk menentukan langkah perbaikan yang dapat dilakukan secara bertahap dan sistematis.

Kegiatan ini selaras dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan sistem evaluasi dan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pendidikan kebidanan yang mendukung kesiapan sumber daya kesehatan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pengembangan kerja sama dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. (Kontributor: Titin).