FK-KMK UGM Perkuat Pemahaman Tenaga Kesehatan tentang Malnutrisi dan Stunting pada Anak

FK-KMK UGM. Departemen Ilmu Kesehatan Anak bekerja sama dengan Nestlé Nutrition Institute dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Siang Klinik untuk memperkuat pemahaman mengenai tata laksana malnutrisi dan stunting pada anak melalui pendekatan nutrisi dan tumbuh kembang secara menyeluruh. Kegiatan dengan tema “Optimalisasi Tata Laksana Malnutrisi dan Stunting pada Anak: Sinergi Tumbuh Kembang dan Nutrisi Klinik” tersebut dilaksanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026, bertempat di Auditorium Gedung Tahir Lantai 8 (Sayap Utara) FK-KMK UGM, Yogyakarta.

Kegiatan ini menghadirkan Prof. dr. Retno Sutomo, Ph.D., Sp.A(K) dan Dr. dr. Neti Nurani, M.Kes., Sp.A(K) sebagai pemateri. Keduanya memberikan perspektif mengenai pentingnya pengenalan masalah malnutrisi dan stunting sejak dini serta pendekatan penanganan yang mempertimbangkan kebutuhan nutrisi dan proses tumbuh kembang anak.

Siang Klinik diikuti oleh tenaga kesehatan, dokter, mahasiswa, serta peserta dari kalangan umum. Forum tersebut menjadi ruang pembelajaran dan diskusi untuk memperluas wawasan peserta mengenai persoalan gizi pada anak yang tidak dapat dipisahkan dari aspek pertumbuhan dan perkembangan. Pemahaman yang utuh diperlukan agar masalah malnutrisi maupun stunting dapat dikenali dan ditangani secara tepat sesuai kebutuhan anak.

Pembahasan dalam kegiatan juga menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan nutrisi merupakan bagian penting dalam mendukung proses tumbuh kembang anak. Kondisi gizi yang baik menjadi salah satu fondasi bagi anak untuk tumbuh secara optimal, sementara gangguan nutrisi perlu mendapat perhatian agar tidak berdampak lebih luas terhadap proses perkembangan anak. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pemahaman masyarakat mengenai nutrisi klinik menjadi bagian penting dalam mendukung upaya penanganan masalah gizi pada anak.

Kolaborasi antara Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK-KMK UGM, Nestlé Nutrition Institute, dan IDAI Yogyakarta turut memperkuat ruang pertukaran pengetahuan antara unsur pendidikan, profesi, dan mitra yang memiliki perhatian terhadap kesehatan anak. Melalui forum semacam ini, peserta memperoleh kesempatan untuk memperbarui pengetahuan sekaligus memahami pentingnya pendekatan yang terintegrasi dalam mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak.

Kegiatan ini mendukung SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui upaya penanganan masalah malnutrisi. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui penguatan kesehatan anak. SDG 4 Pendidikan Berkualitas didukung melalui peningkatan pengetahuan tentang nutrisi dan tumbuh kembang. Kolaborasi antarlembaga juga sejalan dengan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Muhammad Nasiruddin Afif).