FK-KMK UGM Perkuat Pemahaman Mahasiswa tentang SMK3 melalui Kuliah Tamu Bersama BPJS Ketenagakerjaan

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) FK-KMK UGM menyelenggarakan kuliah tamu mata kuliah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) bertajuk “A Comprehensive Framework for Workplace Safety Excellence in Indonesia”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 di Ruang Kuliah 1 Pascasarjana Lantai 2 FK-KMK UGM ini diikuti oleh mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat dari berbagai peminatan sebagai bagian dari penguatan kompetensi akademik di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

Kuliah tamu menghadirkan Arie Arizandi Kurnianto, Ph.D. dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai narasumber yang membahas implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai kerangka komprehensif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pentingnya penerapan budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan dalam berbagai sektor industri dan organisasi.

Dalam pemaparannya, Arie menjelaskan bahwa SMK3 merupakan sistem terstruktur yang terintegrasi dengan manajemen perusahaan dan dijalankan secara berkesinambungan melalui siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA). Pendekatan ini memungkinkan organisasi untuk melakukan perencanaan, implementasi, evaluasi, dan perbaikan secara terus-menerus guna memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja tetap terjaga. Menurutnya, SMK3 tidak boleh dipandang hanya sebagai dokumen administratif, melainkan harus menjadi praktik yang diterapkan dalam aktivitas kerja sehari-hari.

Lebih lanjut, ia menyoroti tingginya angka kecelakaan kerja yang masih terjadi di berbagai sektor. Kecelakaan kerja, menurutnya, tidak semata-mata disebabkan oleh kesalahan individu atau human error, tetapi sering kali mencerminkan adanya kelemahan dalam sistem yang diterapkan. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerugian ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga menimbulkan konsekuensi sosial yang serius, seperti cedera, disabilitas, kehilangan nyawa, hingga trauma yang dirasakan oleh keluarga pekerja.

Narasumber juga menjelaskan konsep work ability atau kemampuan kerja yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari kondisi kesehatan dan kapasitas fisik pekerja, kompetensi yang dimiliki, nilai dan motivasi individu, hingga lingkungan kerja dan kualitas manajemen organisasi. Dalam konteks tersebut, SMK3 berfungsi sebagai instrumen penting untuk menjaga keseimbangan antara kapasitas pekerja dan tuntutan pekerjaan sehingga produktivitas dapat tercapai tanpa mengorbankan keselamatan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan upaya perlindungan kesehatan dan keselamatan pekerja. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penyelenggaraan pembelajaran yang menghadirkan praktisi berpengalaman guna memperkaya wawasan mahasiswa. Selain itu, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi didukung melalui promosi budaya kerja yang aman dan produktif, sedangkan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan BPJS Ketenagakerjaan dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang keselamatan dan kesehatan kerja. (Kontributor: Zilfani Fuadiyah Haq).