FK-KMK UGM Perkuat Literasi Kesehatan Mental Remaja Melalui Pelatihan Agen Sebaya di Magelang

FK-KMK UGM. Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa FK-KMK UGM, Departemen Dermatologi dan Venereologi, serta Departemen Gizi Kesehatan berkolaborasi dengan SMK Citra Medika Magelang dalam menyelenggarakan program edukasi kesehatan mental remaja yang berfokus pada pencegahan perilaku self-harm atau non-suicidal self-injury (NSSI). Kegiatan yang berlangsung pada April 2026 ini menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan literasi kesehatan jiwa di kalangan remaja sekaligus memperkuat sistem dukungan di lingkungan sekolah.

Program ini diketuai oleh Dr. dr. Ronny Tri Wirasto, Sp.KJ(K) dengan dukungan tim multidisiplin yang terdiri atas Dr. Dra. Sumarni DW, M.Kes.; Dr. dr. Budi Pratiti, Sp.KJ; Dr. Dwi Retno Adi Winarni, Sp.D.V.E., Subsp.D.K.E., FINSDV, FAACV; serta Aviria Ermamilia, S.Gz., M.Gizi. Kolaborasi lintas disiplin tersebut dirancang untuk menghadirkan pendekatan yang komprehensif dalam memahami dan menangani berbagai tantangan kesehatan mental yang dihadapi remaja.

Kegiatan edukasi dilaksanakan melalui pendekatan terintegrasi yang mengombinasikan penyampaian materi kesehatan mental, penguatan peran teman sebaya, serta pemanfaatan art terapi sebagai media ekspresi emosi. Pendekatan ini dipilih karena remaja sering kali mengalami kesulitan mengungkapkan perasaan dan tekanan psikologis yang mereka alami secara verbal. Melalui aktivitas kreatif dan diskusi yang terbuka, peserta diberikan ruang yang aman untuk mengenali emosi, membangun keterampilan koping, serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental.

Salah satu fokus utama program adalah pelatihan kader siswa sebagai agen sebaya. Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali pengetahuan mengenai kesehatan mental remaja, faktor risiko yang dapat memicu perilaku NSSI, keterampilan komunikasi suportif, hingga mekanisme rujukan apabila menemukan teman yang membutuhkan bantuan profesional. Peran agen sebaya dinilai penting karena remaja cenderung lebih nyaman berbagi pengalaman dan permasalahan pribadi dengan teman yang seusia dibandingkan dengan orang dewasa.

Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan membangun lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. Para peserta diajak untuk memahami tanda-tanda distress psikologis, mengenali perubahan perilaku yang memerlukan perhatian khusus, serta mengembangkan sikap empati terhadap teman yang sedang mengalami kesulitan emosional. Dengan demikian, sekolah diharapkan dapat menjadi ruang yang aman dan suportif bagi seluruh siswa.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan literasi kesehatan mental serta pencegahan masalah kesehatan jiwa pada remaja. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penyediaan edukasi yang mendorong pengembangan pengetahuan, keterampilan sosial, dan kesejahteraan peserta didik. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan tercermin melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, institusi pendidikan, dan berbagai disiplin ilmu dalam memperkuat upaya promotif dan preventif kesehatan mental di lingkungan sekolah. (Kontributor: W. Monica).