FK-KMK UGM Perkuat Kompetensi Konsulen melalui Workshop Update Contouring for Radiation Oncologists

FK-KMK UGM. Program Studi Onkologi Radiasi menyelenggarakan Workshop Update Contouring for Radiation Oncologists sebagai upaya memperkuat kompetensi akademik dan klinis para dokter spesialis onkologi radiasi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pada 10–12 Juli 2026 di Kota Solo, Jawa Tengah, ini menjadi forum pembelajaran internal untuk memperbarui pemahaman mengenai standar contouring terkini sekaligus menyelaraskan praktik klinis dan materi pendidikan bagi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Onkologi Radiasi.

Workshop diikuti oleh enam dokter spesialis (konsulen) Onkologi Radiasi di lingkungan FK-KMK UGM. Berbeda dengan pelatihan pada umumnya yang menghadirkan narasumber eksternal, kegiatan ini menerapkan pendekatan peer-to-peer learning, di mana seluruh peserta secara bergantian berperan sebagai pemapar sekaligus peserta diskusi. Melalui format tersebut, setiap konsulen membagikan pengalaman, pengetahuan, serta tantangan yang dihadapi dalam menerapkan standar contouring terbaru sesuai bidang keahlian masing-masing.

Workshop ini diselenggarakan dengan dua tujuan utama. Pertama, menyamakan persepsi di antara para konsulen mengenai prinsip dan standar contouring terkini. Pembaruan pedoman internasional yang terus berkembang menuntut adanya keseragaman pemahaman agar pelayanan radioterapi di lingkungan Program Studi Onkologi Radiasi FK-KMK UGM tetap mengacu pada praktik terbaik berbasis bukti ilmiah.

Tujuan kedua adalah memperbarui materi pembelajaran bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Onkologi Radiasi. Melalui penyelarasan materi yang telah disepakati bersama, para konsulen diharapkan dapat mentransfer pengetahuan terbaru kepada peserta didik secara sistematis sehingga kualitas pendidikan spesialis tetap mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang onkologi radiasi.

Contouring merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam proses perencanaan terapi radiasi. Tahap ini menentukan ketepatan penandaan volume target yang akan menerima radiasi sekaligus memastikan organ-organ di sekitar target atau organ at risk (OAR) memperoleh paparan radiasi seminimal mungkin. Akurasi contouring sangat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi, efektivitas pengendalian penyakit, serta upaya meminimalkan risiko efek samping pada pasien.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi Onkologi Radiasi FK-KMK UGM dalam mengembangkan budaya continuing medical education (CME). Pembelajaran berkelanjutan menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga profesionalisme tenaga kesehatan sekaligus memastikan pelayanan radioterapi yang diberikan kepada pasien selalu mengacu pada standar ilmiah terbaru.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kualitas pelayanan radioterapi yang lebih aman dan tepat sasaran bagi pasien kanker. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi dosen, konsulen, dan peserta didik dalam pendidikan kedokteran berkelanjutan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dengan memperkuat kolaborasi akademik dan profesional di lingkungan Program Studi Onkologi Radiasi dalam menjaga mutu pendidikan serta pelayanan kesehatan. (Kontributor: Program Studi Pendidikan Spesialis Onkologi Radiasi FKKMK UGM).