FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) bersama RSUP Dr. Sardjito menyelenggarakan 8th Biennial Symposium on Anesthesia Complications (SOAC) 2026 sebagai forum untuk memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan jejaring tenaga kesehatan dalam menghadapi komplikasi anestesi sekaligus mendorong peningkatan keselamatan pasien. Kegiatan yang berlangsung pada 20–25 Agustus 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, tersebut diikuti oleh 473 peserta yang terdiri atas dokter spesialis anestesi, dokter umum, perawat, akademisi, hingga mahasiswa kedokteran.
Mengusung tema “Smart Anesthesia: Overcoming Complications Through Technology and Innovation”, SOAC 2026 menempatkan perkembangan teknologi sebagai salah satu bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan anestesi. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan precision monitoring menjadi fokus pembahasan, khususnya dalam mendukung deteksi serta pencegahan komplikasi anestesi secara lebih dini.
Ketua Penyelenggara SOAC 2026, Dr. dr. Akhmad Yun Jufan, M.Sc, SpAn-TI, Subsp. T.I(K), menyampaikan bahwa komplikasi di ruang operasi masih menjadi tantangan mendasar dalam pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi masalah serius dan bahkan berakibat fatal bagi pasien apabila tidak dikenali dan ditangani secara tepat.
Menurutnya, kehadiran ratusan peserta dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama untuk terus meningkatkan standar pelayanan anestesi. Tidak hanya melalui pembaruan pengetahuan, SOAC 2026 juga memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh pengalaman praktis dan membangun jejaring profesional yang dapat mendukung penerapan pengetahuan di tempat kerja masing-masing.
Selama lima hari pelaksanaan, SOAC 2026 dikemas dalam rangkaian kegiatan yang memadukan aspek akademik, keterampilan praktis, serta interaksi antarpeserta. Selain simposium utama, peserta mengikuti hands-on workshop yang memberikan kesempatan untuk memperkuat keterampilan melalui pembelajaran praktik. Forum ilmiah tersebut juga dilengkapi dengan kompetisi e-poster karya ilmiah sebagai ruang bagi peserta untuk berbagi gagasan dan hasil penelitian.
Suasana kegiatan kemudian diperluas melalui Malam Temu Alumni yang menjadi ruang untuk mempererat hubungan antaralumni dan peserta. Berbagai kegiatan olahraga, seperti padel, bulu tangkis, mini soccer, hingga fun run, turut menjadi bagian dari rangkaian SOAC 2026. Kehadiran kegiatan nonakademik tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk membangun keakraban di tengah agenda ilmiah yang berlangsung intensif.
Penyelenggaraan SOAC 2026 mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan keselamatan pasien dan pencegahan komplikasi medis. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui pembaruan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan secara berkelanjutan. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diperkuat melalui jejaring profesional lintas disiplin dan aksi kepedulian sosial. (Kontributor: Nashiruddin, Irham Hanafi, Gilar, Hendro).



