FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Program Pelatihan Sebaya Menggunakan Teknik Motivational Interviewing untuk Meningkatkan Vaccine Confidence sebagai upaya memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi anak melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Kegiatan yang merupakan bagian dari proyek berkelanjutan sejak tahun 2025 ini dilaksanakan di Kota Batam pada 27–28 Juli 2026 dengan melibatkan kader kesehatan, masyarakat, serta berbagai mitra nasional dan internasional.
Program ini didukung oleh U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Task Force for Global Health, University of Sydney, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, serta bekerja sama dengan Tulodo. Pelatihan berlangsung selama dua hari di bawah pendampingan Prof. Dra. R.A. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. selaku project investigator. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan kapasitas bagi peserta baru, tetapi juga mempertemukan para kader yang telah mengikuti pelatihan pada tahun sebelumnya.
Dalam pelaksanaannya, tim Tulodo memberikan pelatihan kepada 40 kader yang berasal dari Puskesmas Sei Panas dan Puskesmas Kabil. Para peserta mengikuti sepuluh modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Menariknya, sebagian besar materi disampaikan oleh alumni peserta pelatihan sebelumnya sehingga proses transfer pengetahuan berlangsung secara berkelanjutan melalui pendekatan peer-to-peer learning.
Selain pelatihan, tim peneliti FK-KMK UGM juga melaksanakan focus group discussion (FGD) bersama peserta sebaya yang saat ini tengah menjalankan kegiatan kunjungan rumah kepada keluarga di Kota Batam. Diskusi kelompok tersebut diikuti oleh 12 perwakilan yang terdiri atas kader kesehatan, orang tua, dan tokoh masyarakat. Forum ini dimanfaatkan untuk menggali pengalaman peserta selama mendampingi masyarakat, termasuk tantangan dan strategi yang dinilai efektif dalam meningkatkan kepercayaan terhadap imunisasi.
Tim UGM juga melakukan wawancara mendalam dengan sejumlah pemangku kebijakan untuk memperoleh masukan terkait implementasi program di lapangan. Wawancara yang dipimpin langsung oleh Prof. Yayi Suryo Prabandari tersebut bertujuan memahami berbagai hambatan, kebutuhan, serta peluang pengembangan pendekatan edukasi sebaya berbasis motivational interviewing agar mampu memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan cakupan imunisasi di Kota Batam.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi dan penguatan upaya pencegahan penyakit. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas kader kesehatan dengan metode edukasi sebaya. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan didukung melalui penyediaan akses informasi kesehatan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau masyarakat. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dengan mitra lokal, nasional, dan internasional dalam mengembangkan inovasi promosi kesehatan. (Kontributor: Anisya Gabrieli Putri Dianty).




