FK-KMK UGM. Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran FK-KMK UGM melaksanakan ujian terbuka untuk meluluskan mahasiswa atas nama Margareta Hesti Rahayu, Ns., M.Kep pada (9/6). Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Lantai 8 Gedung Tahir Foundation dan dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang. Rahayu dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Program Advance Care Planning (ACP) pada Pasien Stroke Iskemik di Rumah Sakit”.
Rahayu menyusun disertasi ini dilatarbelakangi oleh fakta pasien stroke yang sering mengalami ketidakpastian penyakit, keterbatasan dalam mengambil keputusan, dan ketidaksiapan untuk merawat pasien setelah pulang dari rumah sakit. Disertasi ini diteliti oleh Rahayu dengan bimbingan dari Prof. Dr. dr. Sri Sutarni, Sp.S(K). dan Dr. Heny Suseani Pangastuti, S.Kp., M.Kes. Melalui mixed methods, Rahayu mencoba menjawab bahwa belum tersedia panduan Advance Care Planning yang terstruktur di Indonesia.
Rahayu menggali jawaban atas problem tersebut melalui eksplorasi kebutuhan pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan. Hasil eksplorasi ini dikembangkan oleh Rahayu dengan menyusun Advance Care Planning dengan menggunakan metode Delphi bersama para ahli, melatih tenaga kesehatan, dan menguji program pada pasien stroke dan keluarganya. Adapun hasil Advance Care Planning berhasil memberikan dampak pada 1) menurunnya ketidakpastian pasien terkait penyakit stroke, 2) peningkatan pengetahuan keluarga tentang perawatan stroke, 3) peningkatan kepercayaan diri keluarga dalam mengambil keputusan, 4) peningkatan kesiapan keluarga merawat pasien di rumah.
“Inti temuan disertasi ini adalah Advance Care Planning yang dilakukan secara terstruktur dan melibatkan pasien, keluarga, serta tim kesehatan multidisiplin dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan kesiapan perawatan pasien stroke setelah keluar rumah sakit,” kata Rahayu pada ujian terbuka.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pada SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menekankan pentingnya pembentukan panduan Advance Care Planning sebagai solusi alternatif dalam keputusan medis pasien stroke. Serta, SDG 4: Pendidikan berkualitas dengan menekankan pentingnya tanggung jawab akademik yang memberikan solusi atas problem belum adanya panduan Advance Care Planning pada pasien stroke di rumah sakit. (Reporter/Tedy).




