FK-KMK UGM. Departemen Fisiologi dan Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Pelatihan Implementasi Program Be Active Be Healthy bagi Guru SMA/SMK di Kabupaten Sleman pada Rabu, 5 Agustus 2026 di Laboratorium Praktikum Terpadu FK-KMK UGM. Pelatihan tersebut merupakan salah satu luaran hibah Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada dan melibatkan Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman sebagai mitra strategis.
Sebanyak 35 guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Sleman mengikuti pelatihan dengan antusias. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengimplementasikan Program Be Active Be Healthy, sehingga mereka dapat menjadi penggerak budaya hidup aktif di lingkungan sekolah sekaligus mendorong peserta didik menerapkan perilaku sehat secara berkelanjutan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat FK-KMK UGM, Dr. dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas departemen dan kerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat melalui jalur pendidikan.
Pelatihan diawali dengan sesi diskusi yang mengangkat berbagai tantangan dalam meningkatkan aktivitas fisik di lingkungan sekolah. Para guru berbagi pengalaman mengenai meningkatnya perilaku sedentari di kalangan remaja, keterbatasan fasilitas olahraga, hingga rendahnya motivasi siswa untuk melakukan aktivitas fisik di luar jam pelajaran.
Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM., AIFO-K mengenai urgensi aktivitas fisik bagi remaja. Ia menjelaskan bahwa aktivitas fisik tidak hanya berperan dalam meningkatkan kebugaran dan pertumbuhan, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan mental serta pencegahan berbagai penyakit tidak menular. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai rekomendasi aktivitas fisik berdasarkan pedoman internasional beserta strategi penerapannya di lingkungan sekolah.
Selanjutnya, Dr. dr. Rahmaningsih Mara Sabirin, M.Sc. membawakan materi mengenai pentingnya gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Dalam paparannya, peserta diajak memahami pentingnya pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang memadai, waktu istirahat yang cukup, serta pengelolaan kesehatan secara menyeluruh sebagai bekal membangun generasi yang sehat dan produktif.
Materi mengenai implementasi Program Be Active Be Healthy disampaikan oleh Dr. Supriyati, S.Sos., M.Kes. Ia menjelaskan konsep, tujuan, dan strategi pelaksanaan program yang dirancang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung aktivitas fisik secara berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu mendorong guru menjadi agen perubahan dalam membangun budaya hidup aktif, sehingga aktivitas fisik menjadi bagian dari rutinitas peserta didik, bukan hanya terbatas pada mata pelajaran olahraga.
Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan promosi aktivitas fisik dan perilaku hidup sehat pada remaja. SDG 4 Pendidikan Berkualitas dengan meningkatkan kapasitas guru sebagai pendidik sekaligus agen promosi kesehatan di sekolah. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman, serta sekolah dalam mengembangkan program kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Wisnu Eka Wardana).



