FK-KMK UGM. Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FK-KMK UGM bersama RSUP Dr. Sardjito terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia dengan menyelenggarakan program penugasan berkelanjutan bagi residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), tepatnya di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program ini telah berlangsung secara berkala sejak 2 Desember 2025 dan berlanjut hingga tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga medis.
Program penugasan ini dirancang untuk menjawab tantangan distribusi dokter spesialis yang belum merata di berbagai wilayah Indonesia. Kabupaten Sikka sebagai salah satu daerah rujukan kesehatan di Pulau Flores masih menghadapi kebutuhan akan tenaga anestesiologi dan terapi intensif yang memadai. Melalui pengiriman residen senior secara bergantian, FK-KMK UGM berupaya memastikan keberlangsungan pelayanan kesehatan, khususnya dalam bidang anestesi, manajemen nyeri, dan perawatan intensif bagi masyarakat setempat.
Selama menjalankan tugas di lapangan, para residen tidak hanya berperan dalam mendukung layanan di kamar operasi untuk tindakan bedah elektif maupun kegawatdaruratan, tetapi juga terlibat aktif dalam pengelolaan ruang Intensive Care Unit (ICU), pendampingan tindakan resusitasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta berbagai layanan kritis lainnya. Kehadiran mereka memberikan kontribusi penting dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan keselamatan pasien.
Para residen juga berperan dalam transfer pengetahuan kepada tenaga kesehatan lokal. Melalui diskusi kasus, pembelajaran klinis, dan berbagi pengalaman praktik berbasis bukti, mereka membantu memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan di daerah. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang lebih berkelanjutan dan mandiri.
Bagi peserta pendidikan dokter spesialis, program penugasan di daerah 3T juga menjadi wahana pembelajaran yang sangat berharga. Residen memperoleh pengalaman klinis yang beragam, menghadapi berbagai kondisi medis dengan sumber daya yang terbatas, serta dituntut untuk mengembangkan kemampuan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Situasi tersebut turut membentuk kompetensi profesional, kepemimpinan, kemampuan adaptasi, dan empati sosial yang sangat dibutuhkan dalam praktik kedokteran.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan akses layanan kesehatan spesialistik dan perawatan kritis yang berkualitas bagi masyarakat. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penguatan proses pendidikan dokter spesialis berbasis pengalaman lapangan dan pembelajaran kontekstual. SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan tercermin dalam upaya pemerataan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan daerah 3T. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, RSUP Dr. Sardjito, serta pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan berkeadilan. (Kontributor: dr. Anggita Fatwa, Sp. An-TI; dr. Irham Hanafi, Sp. An-TI).




