FK-KMK UGM. Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan pelayanan ultrasonografi (USG) dan edukasi kesehatan ibu bagi masyarakat di Sanggar Among Budoyo Kampung Pramuka Wukirsari, Kabupaten Bantul. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung pada 29 Mei 2026 ini bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan maternal, mendukung deteksi dini risiko kehamilan, serta memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan kehamilan yang sehat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan FK-KMK UGM dalam menghadirkan layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat sekaligus memperluas peran institusi pendidikan tinggi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Di tengah masih tingginya tantangan kesehatan maternal di Indonesia, kehadiran tenaga kesehatan akademik di lapangan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata melalui pelayanan, edukasi, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Pelayanan USG dipimpin oleh Dr. dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp.O.G., Subsp.Urogin-RE sebagai supervisor bersama tim residen Obstetri dan Ginekologi FK-KMK UGM yang terdiri atas dr. Inge Nandya Hertapanndika, dr. Ajrina Rarasrum, dan dr. Iman Agus Lisanto. Sebanyak 15 ibu hamil dari berbagai usia kehamilan, mulai trimester pertama hingga trimester ketiga, mengikuti pemeriksaan ini. Selain itu, delapan peserta lainnya turut memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan reproduksi untuk memperoleh informasi dan penanganan awal terkait keluhan yang mereka alami.
Selama pemeriksaan berlangsung, tim medis melakukan evaluasi kondisi kehamilan secara menyeluruh guna membantu mendeteksi kemungkinan faktor risiko yang dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun janin. Pemeriksaan USG tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemantauan perkembangan kehamilan, tetapi juga menjadi media komunikasi yang efektif antara tenaga kesehatan dan pasien dalam memahami kondisi kesehatan secara lebih baik.
Setelah pemeriksaan, para peserta mendapatkan sesi konsultasi dan edukasi kesehatan yang mencakup pemahaman mengenai kondisi kehamilan, tanda-tanda bahaya selama masa kehamilan, pentingnya pemeriksaan rutin, pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, serta upaya menjaga kesehatan mental selama kehamilan hingga masa pascapersalinan. Edukasi tersebut disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat berdiskusi langsung dengan tenaga kesehatan mengenai berbagai pertanyaan dan kekhawatiran yang mereka hadapi selama masa kehamilan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan akses layanan kesehatan ibu, deteksi dini risiko kehamilan, serta upaya pencegahan komplikasi maternal dan neonatal. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui penyediaan edukasi kesehatan yang berbasis ilmu pengetahuan dan mudah dipahami masyarakat sehingga dapat meningkatkan literasi kesehatan reproduksi. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkelanjutan. (Kontributor: dr. Inge Nandya Hertapanndika).




