FK-KMK UGM Gelar Sesi Berbagi Pengalaman Fast Track Magister Ilmu Biomedik untuk Calon Mahasiswa

FK-KMK UGM. Program Studi Magister Ilmu Biomedik menyelenggarakan sesi berbagi pengalaman bersama mahasiswa Fast Track pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang ditujukan untuk memperkenalkan program Fast Track serta memberikan gambaran nyata mengenai pengalaman menempuh pendidikan magister ini menghadirkan dua mahasiswa Fast Track, Owen Aretha Tjandra dan Ariana Dwi Listawaty. Peserta memperoleh informasi langsung mengenai proses pendaftaran, pengalaman akademik, tantangan studi, hingga peluang pengembangan karier setelah mengikuti program percepatan pendidikan tersebut.

Dalam sesi diskusi, Owen menjelaskan bahwa dirinya pertama kali mengenal program Fast Track ketika masih menempuh pendidikan Sarjana Kedokteran UGM melalui informasi yang dibagikan di grup angkatan. Ketertarikannya semakin kuat setelah berdiskusi dengan teman dekat yang juga memiliki minat serupa. Menurutnya, program Fast Track menjadi pilihan menarik karena memungkinkan mahasiswa memperoleh gelar magister dalam waktu yang lebih singkat.

Sementara itu, Ariana mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui program tersebut dari teman dan melihatnya sebagai peluang yang sayang untuk dilewatkan. Ketertarikannya terhadap bidang genetik dan kedokteran olahraga menjadi alasan utama memilih Magister Ilmu Biomedik sebagai jenjang pendidikan lanjutan. Ia menilai program ini memberikan kesempatan untuk memperdalam ilmu sesuai minat sekaligus memperluas perspektif akademik.

Dalam sesi tanya jawab yang dipandu oleh dr. Yogi, kedua mahasiswa turut membagikan pengalaman selama menjalani studi. Owen mengaku sempat mempertimbangkan beberapa pilihan program studi sebelum akhirnya memutuskan memilih peminatan Kedokteran Molekuler karena keinginannya untuk mendalami bidang imunologi. Ariana juga menegaskan bahwa peminatan yang tersedia di Magister Ilmu Biomedik memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat keilmuan secara lebih spesifik.

Selain membahas proses pembelajaran, keduanya juga memberikan sejumlah tips bagi mahasiswa yang tertarik mengikuti program Fast Track. Ariana menekankan pentingnya dukungan orang tua serta persiapan kemampuan bahasa Inggris melalui TOEFL atau IELTS. Sementara Owen menyoroti pentingnya komitmen untuk menyelesaikan tugas akhir tepat waktu sebelum memasuki jenjang magister.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas, karena mendorong akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas melalui program percepatan yang inovatif, pembelajaran interaktif, serta penguatan kompetensi akademik mahasiswa. SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena lulusan memperoleh kompetensi tambahan yang dapat meningkatkan daya saing, mempercepat kontribusi di dunia kerja maupun penelitian, serta mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan produktif. (Kontributor: Intan Salsabila).