FK-KMK UGM. Program Studi Onkologi Radiasi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada turut berpartisipasi dalam peringatan Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day 2026 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Onkologi Indonesia (POI) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta di RSUP Dr. Sardjito. Kegiatan yang berlangsung pada 4 Februari 2026 di Instalasi Kanker Tulip RSUP Dr. Sardjito tersebut menjadi wadah edukasi, penguatan semangat, serta dukungan bagi pasien dan penyintas kanker melalui berbagai aktivitas yang melibatkan tenaga kesehatan, pasien, keluarga, dan komunitas kanker.
Sebagai salah satu bidang ilmu yang berfokus pada penanganan kanker, Program Studi Onkologi Radiasi FK-KMK UGM memandang peringatan Hari Kanker Sedunia sebagai momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan, pengobatan, dan pendampingan pasien kanker. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi multidisiplin dalam upaya memberikan layanan yang komprehensif bagi pasien.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Senam Limfedema yang dipandu oleh Himpunan Perawat Onkologi Indonesia (HIMPONI). Kegiatan tersebut diikuti secara antusias oleh pasien kanker, pendamping pasien, serta tenaga kesehatan sebagai bentuk kampanye pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kualitas hidup selama menjalani pengobatan.
Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan mengenai peran tim multidisiplin dalam tata laksana kanker yang disampaikan oleh Dr. dr. Addin Trirahmanto, Sp.OG(K)-Onk dan Dr. dr. Kartika Widayati, Sp.PD-KHOM. Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa keberhasilan penanganan kanker sangat bergantung pada kolaborasi berbagai disiplin ilmu, mulai dari dokter spesialis klinis hingga dokter spesialis penunjang seperti patologi anatomi dan radiologi. Pendekatan multidisiplin dinilai mampu membantu menentukan strategi terapi yang paling tepat sesuai kondisi pasien.
Aspek nutrisi juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. dr. Khairu Marzuq Rudianto, Sp.GK menjelaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi bagi pasien kanker untuk menjaga kondisi tubuh dan menunjang keberhasilan terapi. Ia menekankan bahwa pada kondisi tertentu, pasien memerlukan alat bantu seperti nasogastric tube (NGT) sehingga pengaturan jenis dan jumlah asupan makanan harus dilakukan secara tepat dan terukur.
Selain nutrisi, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik bagi pasien kanker yang disampaikan oleh dr. Lulus Hardiyanti, Sp.KFR, Subs. Ped(K). Dalam pemaparannya, ia meluruskan anggapan bahwa pasien kanker harus menghindari aktivitas fisik. Sebaliknya, aktivitas fisik dengan intensitas sedang justru dianjurkan untuk membantu menjaga kebugaran dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pesan “Bergerak Bersama untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik” menjadi semangat yang diusung dalam sesi tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian kepada pasien, kegiatan ditutup dengan pemberian bingkisan kepada pasien yang menjalani terapi di poli radioterapi Gedung Integrated Cancer Center (ICC). Bingkisan diserahkan oleh dr. Wigati Dhamiyati, Sp.Onk.Rad(K) dan dr. Ericko Ekaputra, Sp.Onk.Rad(K) kepada pasien dari berbagai kelompok usia, baik pasien baru maupun pasien yang telah lama menjalani pengobatan.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, edukasi pasien, serta dukungan terhadap kesejahteraan fisik dan mental penyintas kanker. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, RSUP Dr. Sardjito, Perkumpulan Onkologi Indonesia, organisasi profesi kesehatan, dan berbagai pihak terkait dalam memberikan pelayanan kanker yang komprehensif dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Kontributor: Residen Program Studi Spesialis Onkologi Radiasi).




