FK-KMK UGM Dukung Pemerataan Layanan Spesialistik melalui Penugasan Residen di Dompu

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan visitasi ke RSUD Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sebagai bagian dari upaya memperkuat pemerataan akses pelayanan kesehatan spesialistik sekaligus meningkatkan kesiapan layanan obstetri dan ginekologi di daerah. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung penugasan peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) serta memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi kegawatdaruratan obstetri.

Visitasi dilaksanakan pada 28–30 Agustus 2026 dengan dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D., serta dr. Kuky Cahya Hamurajib, Sp.OG., dari Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kesiapan RSUD Manggelewa dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan obstetri dan ginekologi dengan keberadaan peserta didik PPDS yang akan ditugaskan di rumah sakit tersebut.

Dalam visitasi tersebut, tim FK-KMK UGM melakukan penilaian terhadap berbagai aspek pendukung pelayanan, mulai dari kesiapan fasilitas, alur pelayanan, hingga kebutuhan pengembangan layanan obstetri dan ginekologi. Penilaian mencakup pelayanan di poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD), maupun pelayanan operatif. Aspek kesiapan sistem menjadi perhatian penting agar pelayanan dapat berjalan secara terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan pasien secara berkesinambungan.

Selain melakukan penilaian, visitasi juga menjadi ruang bagi FK-KMK UGM untuk memberikan masukan dan pendampingan kepada pihak RSUD Manggelewa. Pendampingan tersebut ditujukan untuk membantu rumah sakit mempersiapkan sistem pelayanan yang optimal, termasuk dalam mendukung ketersediaan pelayanan obstetri dan ginekologi selama 24 jam.

Dukungan terhadap pelayanan tersebut diperkuat melalui penugasan dr. Ni Putu Dea Pawitri Handayani, residen Obstetri dan Ginekologi, di RSUD Manggelewa untuk periode Juli–Desember 2026. Kehadiran peserta didik ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung kebutuhan dokter spesialis sekaligus mendorong pemerataan sumber daya manusia kesehatan di daerah.

Penugasan residen tidak hanya ditujukan untuk membantu ketersediaan tenaga dalam pelayanan, tetapi juga memberikan pengalaman klinis yang penting bagi peserta didik. Melalui keterlibatan langsung dalam pelayanan di rumah sakit daerah, peserta didik dapat mengembangkan kompetensi klinis, kemandirian, kemampuan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya, serta keterampilan dalam mengambil keputusan medis. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tahapan akhir pendidikan dokter spesialis.

Di sisi pelayanan, keberadaan residen Obstetri dan Ginekologi di RSUD Manggelewa diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelayanan kesehatan maternal. Dukungan tenaga spesialis menjadi penting, khususnya dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan obstetri yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Penguatan layanan di tingkat rumah sakit daerah juga diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Upaya penguatan tidak berhenti pada penugasan peserta didik. FK-KMK UGM bersama Departemen Obstetri dan Ginekologi juga memberikan pelatihan bagi tenaga kesehatan RSUD Manggelewa melalui penguatan kapasitas dalam manajemen komprehensif tata laksana preeklamsia serta bantuan hidup dasar pada kehamilan. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari pendekatan yang menempatkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai unsur penting dalam membangun layanan kesehatan yang berkualitas.

Pelatihan melibatkan berbagai profesi kesehatan, antara lain bidan, perawat, dokter umum, serta tenaga kesehatan terkait lainnya. Keterlibatan lintas profesi menjadi penting karena penanganan kegawatdaruratan obstetri membutuhkan koordinasi yang baik sejak pasien mendapatkan pertolongan awal hingga memperoleh tata laksana lebih lanjut. Dengan pemahaman dan keterampilan yang semakin baik, setiap anggota tim diharapkan dapat menjalankan perannya secara efektif dalam situasi kegawatdaruratan.

Penguatan pengetahuan dan keterampilan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan awal secara cepat, tepat, dan terpadu. Terlebih pada kasus seperti preeklamsia dan kondisi kegawatdaruratan pada kehamilan, kecepatan respons dan koordinasi tim menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan ibu dan bayi.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan akses dan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi, serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kompetensi peserta didik dan tenaga kesehatan. (Kontributor: dr. Kuky Cahya Hamurajib, SpOG).