FK-KMK UGM. Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM, AIFO-K, berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi Sekolah Sehat Jenjang SMA/SMK yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman pada 11–12 Mei 2026. Kegiatan yang diikuti oleh kader sekolah sehat dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Sleman tersebut bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja, khususnya terkait pencegahan stunting sebagai salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang masih menjadi perhatian nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Denny yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Fisiologi FK-KMK UGM hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk “Membangun Generasi Remaja Bebas Stunting”. Melalui paparannya, peserta diajak memahami bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan yang tidak sesuai usia, melainkan kondisi yang dapat berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Prof. Denny menjelaskan bahwa dampak stunting dapat dirasakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pada masa anak-anak dan remaja, stunting dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, daya tahan tubuh, dan kemampuan kognitif. Sementara itu, dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik, menurunkan produktivitas, serta memengaruhi kualitas kesehatan generasi berikutnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan remaja menjadi sangat penting karena masa remaja merupakan periode persiapan menuju kehidupan dewasa dan masa reproduksi. Ia menekankan bahwa kesehatan calon ibu di masa depan, termasuk kualitas sel telur dan kesehatan reproduksi perempuan, telah dipengaruhi oleh kondisi kesehatan yang dibangun sejak usia sekolah menengah.
Pembahasan kemudian berlanjut pada pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai langkah strategis dalam mencegah stunting. Prof. Denny mengingatkan bahwa susu bukanlah satu-satunya solusi dalam upaya pencegahan stunting. Asupan protein hewani seperti telur, ikan, daging, dan sumber protein berkualitas lainnya memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan remaja secara optimal. Oleh karena itu, pola makan yang beragam dan bergizi seimbang perlu menjadi kebiasaan sehari-hari bagi para remaja.
Selain aspek nutrisi, aktivitas fisik juga menjadi perhatian utama dalam materi yang disampaikan. Menurut Prof. Denny, olahraga dan aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu pertumbuhan tulang dan otot, menjaga kesehatan metabolisme tubuh, serta mendukung kesehatan mental remaja. Kombinasi antara pola makan sehat dan aktivitas fisik yang cukup merupakan fondasi penting untuk menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan bebas stunting.
Pada akhir sesi, Prof. Denny memperkenalkan konsep “Second Window of Opportunity” atau jendela kesempatan kedua dalam pencegahan stunting. Ia menjelaskan bahwa masa remaja masih memberikan peluang terjadinya growth spurt atau lonjakan pertumbuhan sebelum lempeng tulang menutup secara permanen. Oleh karena itu, intervensi kesehatan dan gizi pada usia remaja tetap memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas kesehatan individu di masa depan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi kesehatan dan penguatan upaya pencegahan stunting pada remaja, SDG 4: Pendidikan Berkualitas dengan meningkatkan literasi kesehatan peserta didik sebagai bagian dari proses pembelajaran yang holistic, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman dalam membangun generasi muda yang sehat, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Kontributor: Wisnu Eka Wardana).




