FK-KMK UGM Dorong Pengelolaan Limbah Bertanggung Jawab melalui Inisiatif Pemilahan Sampah Organik

FK-KMK UGM. Departemen Histologi dan Biologi Sel FK-KMK UGM yang secara konsisten menerapkan sistem pemilahan sampah organik dan non-organik sebagai bagian dari dukungan terhadap kebijakan keberlanjutan Universitas Gadjah Mada. Program ini dijalankan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026 di lingkungan departemen sebagai upaya menciptakan tata kelola limbah yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan bertanggung jawab.

Penerapan sistem pengelolaan sampah tersebut dimulai dari sumbernya. Departemen Histologi dan Biologi Sel menyediakan saringan khusus pada wastafel dapur untuk menyaring sisa-sisa bahan organik sebelum masuk ke saluran pembuangan. Langkah sederhana namun strategis ini dilakukan untuk memastikan limbah organik tidak tercampur dengan jenis sampah lainnya sehingga proses pemilahan dapat berlangsung lebih optimal sejak tahap awal.

Selain melakukan pemisahan di area dapur, departemen juga telah menyediakan fasilitas pembuangan akhir khusus untuk sampah organik yang ditempatkan di luar gedung. Sampah organik yang terkumpul setiap hari kemudian dipindahkan secara rutin oleh petugas menuju lokasi tersebut untuk diproses lebih lanjut. Sistem ini memungkinkan pengelolaan limbah berjalan secara terstruktur sekaligus mendukung upaya pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Melalui pemisahan yang dilakukan secara disiplin, sampah non-organik dapat dikelola dengan lebih efisien tanpa terkontaminasi limbah basah. Kondisi ini membantu meningkatkan efektivitas proses daur ulang maupun pemusnahan sampah non-organik di tingkat universitas. Selain itu, pengelolaan limbah organik yang baik juga berpotensi mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat penumpukan sampah yang tidak terkelola secara optimal.

Inisiatif yang dilakukan Departemen Histologi dan Biologi Sel menunjukkan bahwa budaya keberlanjutan dapat dibangun melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan kerja. Pengelolaan sampah yang terencana tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga menjadi bentuk edukasi bagi sivitas akademika mengenai pentingnya tanggung jawab terhadap lingkungan.

Kegiatan ini mendukung SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan sistem pengelolaan limbah yang lebih efektif, pengurangan timbulan sampah, serta optimalisasi proses pemanfaatan kembali dan daur ulang. SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya mengurangi potensi emisi gas rumah kaca, khususnya gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah organik yang tidak dikelola dengan baik. Melalui langkah tersebut, FK-KMK UGM terus memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di lingkungan perguruan tinggi. (Kontributor: Wahyu Hidayat).