FK-KMK UGM Dorong Pencegahan Diabetes Mellitus melalui Edukasi Gaya Hidup Sehat dan Skrining Kesehatan di Bantul

FK-KMK UGM. Program Magister Keperawatan Medikal Bedah FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Gaya Hidup Sehat sebagai Kunci Menghadapi Diabetes Mellitus” pada Minggu, 14 Juni 2026, di Pondok Al-Wahid, Jalan Sutopadan RT 03, Cobongan, Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta dari masyarakat sekitar dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya pencegahan Diabetes Mellitus melalui penerapan pola hidup sehat dan deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.

Diabetes Mellitus menjadi salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat, baik di Indonesia maupun secara global. Penyakit ini dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak dicegah dan dikelola secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memberikan edukasi sekaligus mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan melalui langkah-langkah promotif dan preventif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat bersama yang diikuti seluruh peserta. Aktivitas ini menjadi media promosi kesehatan yang mengajak masyarakat untuk membiasakan aktivitas fisik secara rutin. Peserta diajak memahami bahwa olahraga teratur berperan penting dalam menjaga kebugaran tubuh, mengontrol kadar gula darah, dan menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk Diabetes Mellitus.

Setelah senam, peserta memperoleh edukasi kesehatan mengenai Diabetes Mellitus yang disampaikan oleh mahasiswa Magister Keperawatan Medikal Bedah UGM. Materi yang diberikan mencakup pengertian Diabetes Mellitus, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi yang dapat terjadi, serta berbagai langkah pencegahan melalui pola makan sehat, aktivitas fisik yang teratur, pengelolaan stres, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sesi edukasi berlangsung interaktif dan diwarnai dengan diskusi serta tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkonsultasi terkait kondisi kesehatan mereka.

Sebagai upaya mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian masyarakat juga menggandeng Puskesmas Kasihan II dalam pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan primer, khususnya bagi peserta yang memiliki faktor risiko maupun hasil pemeriksaan yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Sinergi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas.

Selain edukasi, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya sekaligus mendukung deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. Setiap peserta memperoleh penjelasan mengenai hasil pemeriksaan serta rekomendasi kesehatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Tim pengabdian masyarakat juga menyediakan layanan terapi Sujok bagi peserta yang mengalami keluhan seperti nyeri otot, nyeri sendi, pegal-pegal, dan berbagai keluhan fisik lainnya. Terapi komplementer ini memanfaatkan stimulasi pada titik-titik tertentu di tangan dan kaki untuk membantu meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan individu. Layanan tersebut mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencegah penyakit tidak menular. SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan primer dalam memperluas akses masyarakat terhadap edukasi dan layanan kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Rifkal Artha Yuda).