FK-KMK UGM Dorong Masyarakat Menua Sehat melalui Edukasi Kesehatan

FK-KMK UGM. Dosen Departemen Anatomi, Dr. dr. Santosa Budiharjo, M.Kes., PA(K), turut berkontribusi sebagai penyuluh kesehatan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Manusia Lanjut Usia Sehat dan Bahagia”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Departemen Histologi FK UII bekerja sama dengan Perkumpulan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI) Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta ini dilaksanakan pada Minggu, 6 September 2026, di Padukuhan Depok, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul. Mengangkat tema “Menua dengan Sehat, Tetap Mandiri, dan Tetap Bermakna”, kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai proses penuaan serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup pada usia lanjut.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. dr. Santosa Budiharjo menyampaikan materi mengenai berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam menjalani proses penuaan secara sehat. Edukasi diawali dengan pemahaman mengenai lanjut usia dan proses menua yang merupakan bagian dari perjalanan kehidupan. Pemahaman tersebut penting agar masyarakat dapat memandang masa lanjut usia bukan sekadar sebagai periode penurunan fungsi, melainkan sebagai fase kehidupan yang tetap dapat dijalani secara aktif, mandiri, dan bermakna.

Aspek pemenuhan kebutuhan makanan dan minuman menjadi salah satu bagian yang ditekankan dalam penyuluhan. Kebutuhan tubuh pada usia lanjut perlu diperhatikan agar kondisi fisik tetap terjaga. Selain asupan, aktivitas fisik juga memiliki peran dalam mempertahankan kemampuan tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Kebiasaan bergerak secara aktif menjadi bagian dari upaya menjaga kemandirian dan kualitas hidup ketika memasuki usia lanjut.

Tidak hanya kesehatan fisik, pemeliharaan aktivitas otak turut menjadi perhatian dalam materi yang diberikan. Kemampuan kognitif merupakan salah satu aspek yang penting untuk dipertahankan agar lanjut usia tetap dapat menjalankan aktivitas dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Karena itu, menjaga aktivitas otak perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kondisi tubuh.

Keterlibatan dalam kehidupan sosial juga menjadi bagian penting dalam menjalani masa lanjut usia. Interaksi dengan lingkungan dan keterlibatan dalam aktivitas sosial dapat membantu seseorang tetap merasa memiliki peran dan hubungan dengan orang lain. Hal tersebut melengkapi aspek kesehatan fisik dan kognitif yang menjadi perhatian dalam proses menua secara sehat.

Kecukupan tidur dan istirahat juga tidak luput dari pembahasan. Keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat diperlukan untuk mendukung kondisi tubuh secara keseluruhan. Berbagai aspek tersebut disampaikan secara terpadu untuk mendorong masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan pada usia lanjut perlu dilakukan melalui kebiasaan yang saling mendukung, bukan hanya dengan memperhatikan satu aspek kesehatan.

Edukasi yang diberikan juga menekankan pentingnya mempersiapkan masa lanjut usia sejak lebih awal. Perilaku hidup sehat yang diterapkan secara konsisten dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan fungsi fisik, kognitif, dan sosial ketika seseorang memasuki usia lanjut. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan dapat menghadapi proses penuaan secara lebih aktif dan tetap mempertahankan kemandirian dalam menjalani kehidupan.

Kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi untuk meningkatkan kesehatan lanjut usia, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan literasi kesehatan masyarakat, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses edukasi kesehatan bagi lanjut usia, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik dan organisasi profesi. (Kontributor: Yusuf Choirul).