FK-KMK UGM dan SPEAK Indonesia Dengarkan Suara Pemuda Gunungkidul tentang Perubahan Iklim

FK-KMK UGM. Center of Health Behavior and Promotion CHBP bersama SPEAK Indonesia menyelenggarakan kegiatan partisipatif berbasis photovoice pada 2 Agustus 2026 di Gunungkidul untuk menggali pengalaman sosial, emosional, dan relasional pemuda dalam menghadapi perubahan iklim. Kegiatan ini merupakan bagian dari program u’GOOD bertajuk Redefining Relational Wellbeing to Bolster Climate Resilience in Indonesian Youth yang menempatkan pengalaman hidup pemuda sebagai bagian penting dalam penelitian. Melalui pendekatan photovoice, peserta mendokumentasikan pengalaman terkait perubahan iklim melalui foto, kemudian menceritakan makna dan pengalaman yang melatarbelakangi setiap gambar.

Setelah proses dokumentasi, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dirancang secara partisipatif. Dalam forum tersebut, peserta mempresentasikan hasil foto sekaligus berbagi cerita mengenai perubahan yang mereka rasakan di lingkungan sekitar. Diskusi membantu peserta mengidentifikasi pengalaman yang dialami, dampaknya terhadap kehidupan mereka, serta berbagai faktor yang dipandang berkaitan dengan perubahan tersebut.

Diskusi kemudian dikembangkan melalui metode story circle. Peserta saling membandingkan pengalaman untuk menemukan persamaan maupun perbedaan dalam menghadapi perubahan lingkungan. Berbagai tema muncul dari proses tersebut, mulai dari pengalaman perubahan kondisi alam hingga perubahan relasi dengan keluarga dan komunitas.

Peserta juga mengungkapkan berbagai respons emosional yang muncul dalam menghadapi perubahan iklim, seperti kekhawatiran, ketidakpastian, dan harapan terhadap masa depan. Diskusi menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan fisik, tetapi juga dapat membentuk kembali hubungan manusia dengan alam serta memengaruhi dinamika sosial dan kesejahteraan pemuda.

Selain itu, peserta diajak mengidentifikasi berbagai lokasi yang mereka anggap aman maupun rentan terhadap dampak perubahan iklim. Identifikasi tersebut memberikan gambaran yang lebih kontekstual mengenai bagaimana pemuda memahami ruang hidup dan lingkungan sekitarnya. Perspektif ini menjadi penting untuk melihat perubahan iklim berdasarkan pengalaman langsung masyarakat yang menghadapinya.

Hasil kegiatan selanjutnya akan digunakan sebagai dasar bagi tim peneliti dalam menyusun draf kuesioner. Instrumen tersebut kemudian akan dibahas bersama dan diujicobakan sebagai bagian dari tahapan penelitian berikutnya. Dengan demikian, keterlibatan pemuda tidak berhenti pada proses berbagi cerita, tetapi berlanjut hingga berkontribusi terhadap pengembangan instrumen dan arah penelitian.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan pemahaman mengenai kesejahteraan sosial dan emosional pemuda dalam menghadapi perubahan iklim. Kegiatan ini juga mendukung SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim melalui penggalian pengalaman dan peningkatan kesadaran kritis pemuda terhadap dampak perubahan iklim. Selain itu, kolaborasi FK-KMK UGM dan SPEAK Indonesia mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pelaksanaan penelitian berbasis partisipasi dan kemitraan. (Kontributor: Vidia Nabilah Putri, Hairil Ikhwan Saputra).