FK-KMK UGM dan Mitra Industri Tingkatkan Kapasitas Peneliti dalam Riset Produk Herbal

FK-KMK UGM. Departemen Farmakologi dan Terapi bersama Pusat Kedokteran Herbal (PKH) menyelenggarakan Workshop “Cell-Based Assays for Natural Product Research” untuk meningkatkan kompetensi peneliti dan akademisi dalam pengujian produk herbal berbasis sel. Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Agustus 2026 tersebut diikuti oleh 15 peserta dari berbagai kalangan peneliti dan akademisi.

Workshop ini dirancang sebagai ruang pembelajaran yang memadukan pemahaman konseptual dengan praktik laboratorium. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada prinsip pengembangan obat berbahan alam, tetapi juga memperoleh pengalaman melakukan pengujian pada tingkat seluler yang menjadi salah satu tahapan penting dalam mengevaluasi efikasi dan keamanan suatu produk.

Dalam penyelenggaraannya, Departemen Farmakologi dan Terapi serta PKH FK-KMK UGM menghadirkan narasumber dari lingkungan internal sekaligus menggandeng Sciencewerke sebagai mitra industri. Kolaborasi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh perspektif yang lebih luas, mulai dari landasan ilmiah penelitian produk alam hingga penerapan metode pengujian yang relevan dengan kebutuhan riset dan perkembangan industri.

Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar pengembangan obat herbal, karakteristik metabolit sekunder, serta pemanfaatan cell-based assays untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi produk alam. Materi tersebut menjadi dasar sebelum peserta memasuki sesi praktik yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung dalam menjalankan prosedur penelitian di laboratorium.

Sesi hands-on laboratory menjadi salah satu bagian utama workshop. Peserta berlatih melakukan kultur sel mamalia, mempersiapkan sampel produk alam, serta menjalankan pengujian sitotoksisitas dan viabilitas sel. Melalui praktik tersebut, peserta dapat memahami tahapan penelitian secara lebih konkret sekaligus mengenali berbagai aspek teknis yang perlu diperhatikan agar hasil pengujian dapat diperoleh secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan analisis data biologis menggunakan perangkat lunak, salah satunya GraphPad Prism. Peserta mempelajari tahapan analisis yang mencakup uji normalitas, analisis statistik, hingga penghitungan nilai IC₅₀. Pemahaman terhadap analisis data menjadi bagian penting karena hasil eksperimen tidak berhenti pada proses pengujian di laboratorium, tetapi perlu diolah dan diinterpretasikan secara tepat untuk menghasilkan kesimpulan penelitian.

Pendekatan yang menggabungkan teori, praktik, dan analisis data tersebut diharapkan dapat membantu peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan penelitian di institusi masing-masing. Dengan demikian, workshop tidak hanya memberikan tambahan wawasan, tetapi juga memperkuat keterampilan teknis yang dapat digunakan dalam pengembangan penelitian produk alam.

Kegiatan ini mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan riset untuk menghasilkan produk kesehatan berbahan alam yang aman dan efektif. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui peningkatan kapasitas peneliti dengan pembelajaran berbasis praktik. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pusat riset, dan mitra industri dalam pengembangan ekosistem penelitian. (Kontributor: Mosa Rini Nurul Hidayati).