FK-KMK UGM dan BBLKM Banjarbaru Perkuat Mutu Surveilans Rotavirus Anak melalui Monitoring Penelitian

FK-KMK UGM. Pusat Kajian Kesehatan Anak Program Riset dan Observasi (PKKA-PRO) FK-KMK UGM menyelenggarakan kegiatan monitoring penelitian Surveillance of Rotavirus Acute Gastroenteritis (RVGE) di Laboratorium Regional Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada 30 April 2026 tersebut dilaksanakan bersama tim laboratorium regional dan tim monitoring PKKA-PRO FK-KMK UGM sebagai bagian dari upaya menjaga mutu penelitian surveilans rotavirus pada anak di Indonesia.

Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh proses penelitian berjalan sesuai dengan standar ilmiah, etika penelitian, serta prinsip Good Clinical Practice (GCP). Melalui kegiatan ini, tim melakukan evaluasi terhadap fasilitas laboratorium, pengelolaan spesimen, dokumentasi penelitian, serta kepatuhan terhadap protokol penelitian yang telah ditetapkan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjamin kualitas data yang dihasilkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang akurat bagi pengembangan kebijakan kesehatan anak di Indonesia.

Kegiatan monitoring merupakan bagian dari rangkaian Source Document Verification (SDV) on Site dan Site Monitoring Visit (SMV) dalam penelitian berjudul The Surveillance of Rotavirus Acute Gastroenteritis among Hospitalized Children Under Five Years of Age and the Effectiveness of Rotavirus Vaccine Against Hospitalized RVGE in Indonesia. Pelaksanaan SDV dan SMV bertujuan memastikan kesiapan rumah sakit dan laboratorium yang menjadi lokasi penelitian dalam menjalankan studi sesuai standar operasional, prinsip etika penelitian, dan ketentuan yang berlaku.

Selama kegiatan berlangsung, tim monitoring melakukan berbagai evaluasi, mulai dari pengecekan kesesuaian dokumen partisipan dengan rekam medis, penilaian fasilitas laboratorium, pemeriksaan ruang penyimpanan data, monitoring suhu penyimpanan spesimen, hingga penilaian kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam penelitian. Seluruh proses tersebut dilakukan untuk memastikan integritas data penelitian sekaligus memberikan perlindungan optimal bagi subjek penelitian.

Tim monitoring yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri atas Prof. Dr. dr. Hera Nirwati, M.Kes., Sp.MK(K) selaku Co-Principal Investigator, apt. Sarah Ulfa, MPH sebagai tim monitor, apt. Febrianti Tri Puspitasari, M.Pharm.Sci sebagai Quality Manager sekaligus tim monitor, Hesti Indriyatna, S.Kep., Ns sebagai PIC/Aspen, Hana Yesica Surbakti, MPH sebagai Aspen, Oktaviana Annisa Pranidana, S.Kep., Ns sebagai Aspen, serta Riza Fahmi Kurniawan, S.Kep., Ns sebagai Enumerator Site Banjarbaru. Kehadiran tim multidisiplin tersebut menjadi faktor penting dalam memastikan kualitas pelaksanaan penelitian di lapangan.

Tim juga menyelenggarakan sesi pemaparan perkembangan studi, penyampaian hasil temuan monitoring, serta diskusi mengenai langkah perbaikan dan pencegahan atau Corrective and Preventive Action (CAPA). Berbagai aspek yang ditinjau mencakup Investigator Site File (ISF), Laboratory Site File (LSF), Master Participant File (MPF), Delegation Log, SOP penelitian, dokumen keuangan, hingga sistem identifikasi partisipan. Hasil monitoring menunjukkan adanya beberapa temuan minor yang sebagian besar dapat langsung diselesaikan bersama tim site penelitian selama kegiatan berlangsung.

Pelaksanaan Site Monitoring Visit yang berlangsung pada 26–30 April 2026 untuk site penelitian di Provinsi Kalimantan Selatan dan Laboratorium Regional BBLKM Banjarbaru menunjukkan komitmen seluruh pihak dalam menjaga standar mutu penelitian kesehatan. Monitoring berkala menjadi strategi penting untuk memastikan penelitian berjalan secara konsisten, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara ilmiah maupun etis.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui penguatan sistem surveilans penyakit dan peningkatan kualitas layanan kesehatan anak berbasis bukti ilmiah. SDG 4 Pendidikan Berkualitas tercermin dalam pengembangan kapasitas tim peneliti serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang penelitian kesehatan. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur didukung melalui penguatan fasilitas laboratorium, sistem dokumentasi penelitian, dan pengembangan inovasi riset kesehatan. Selain itu, SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diwujudkan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM, BBLKM Banjarbaru, rumah sakit mitra, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung penelitian kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan. (Kontributor: Hesti Indriyatna, Dhimas Sholikhul Huda).