FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan (CHBP) FK-KMK UGM, berkolaborasi dengan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dan Transform Health Indonesia (THI) menyelenggarakan peluncuran kampanye “MY DATA OUR HEALTH: Dari Data Saya Untuk Kesehatan Bersama”. Acara diselenggarakan pada Selasa (11/8/2026) di Auditorium Gedung Tahir Lantai 1 Sayap Utara FK-KMK UGM. Peluncuran ini secara resmi menandakan kampanye My Data Our Health di Indonesia serta mendorong dialog multipihak mengenai bagaimana tata kelola data kesehatan dapat diterapkan secara bertanggung jawab untuk melindungi hak individu sekaligus mendukung peningkatan kesehatan masyarakat.
My Data Our Health merupakan kampanye mobilisasi global yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan masyarakat mengenai pentingnya data kesehatan pribadi, potensi pemanfaatannya bagi kepentingan publik, serta perlunya tata kelola data kesehatan yang bertanggung jawab dan berpusat pada masyarakat (people-centered). Kampanye ini mendorong dialog publik serta berkontribusi dalam diskusi kebijakan mengenai tata kelola data kesehatan agar sistem pengelolaan data kesehatan menjadi lebih terpercaya, transparan, adil, dan akuntabel.
Dalam kegiatan peluncuran kampanye My Data Our Health, terdapat diskusi bersama lima narasumber yang mengangkat perspektif dari pasien, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga pemerintah. Perwakilan dari pasien yakni Ester Indriyati selaku Ketua Paguyuban Survivor dari Yayasan Kanker Indonesia dan Tony Richard A. Samosir dari Ketua Umum Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI). Sementara itu, perwakilan fasilitas pelayanan kesehatan menghadirkan Jodi Visnu sebagai Medical Director Waron Hospital, Surabaya, Jusi Febrianto sebagai Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga dan Setiyo Harini sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan DIY memaparkan sudut pandang dari pemerintah, utamanya dinas kesehatan.
Dari sudut pandang pasien, Ester dan Tony menekankan pentingnya data dalam proses pengobatan. Sebagai penyintas kanker, proses pengobatan panjang yang ia alami merasa lebih dimudahkan berkat sistem aplikasi rumah sakit. Ia bisa melakukan pendaftaran, mengetahui hasil laboratorium, memeriksa penjadwalan kontrol, hingga meninjau data riwayat pemeriksaan yang telah dijalani dalam satu sistem yang mudah diakses.
Tony pun demikian, menegaskan bahwa data layaknya denyut digital pasien yang wajib untuk dilindungi serta dijamin aman dan tetap dalam kendali pasien. Menurut Tony, “data yang tidak tersedia pada saat dibutuhkan sama halnya dengan data yang tidak pernah dicatat”.
Selaku perwakilan fasilitas pelayanan kesehatan, Jodi turut menyorot pentingnya data kesehatan, yakni meningkatkan kualitas pelayanan, mendukung penelitian, dan memperkuat evidence-based decision making. Untuk memperoleh data pasien, diperlukan kemampuan intelegensi manajerial, persetujuan, transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan dari pasien.
Mewakili perspektif pemerintah, Jusi dari dinas kesehatan mengatakan bahwa pihaknya telah mencetuskan SPHERES, program percontohan nasional untuk digitalisasi dan integrasi layanan kesehatan primer di puskesmas serta posyandu. Sistem ini berupaya membangun kabupaten/kota dengan budaya mengambil keputusan berbasis data, dengan dukungan proses dan alat yang terbukti efektif dan dapat diterapkan secara luas, agar dampak layanan kesehatan primer bisa lebih maksimal. Berkat program ini, dalam satu tahun, dampak signifikan yang terlihat adalah kematian ibu dan anak di Purbalingga menurun sebanyak 25 persen.
Setiyo menutup dengan pentingnya tata kelola data kesehatan yang baik. Setiap data kesehatan yang diberikan masyarakat adalah sebuah kepercayaan. Tata kelola yang baik memastikan kepercayaan itu dijaga dan dikembalikan dalam bentuk manfaat nyata. Empat prinsip utama dalam tata kelola yang baik antara lain data dilindungi dengan keamanan berlapis dan pengelolaan risiko; proses pengelolaan data terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan; menghormati haik, kebutuhan, dan kepercayaan masyarakat; serta setiap penggunaan data dapat diaudit dan dimintai pertanggungjawaban.
Kegiatan peluncuran kampanye My Data Our Health merupakan salah satu kontribusi FK-KMK UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Acara ini berupaya meningkatkan kesehatan masyarakat melalui penguatan tata kelola data kesehatan yang transparan, adil, dan bertanggung jawab demi melindungi hak-hak pasien sebagai individu. Selain itu, pilar kemitraan terwujud melalui kolaborasi multipihak yang melibatkan akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas pasien, fasilitas kesehatan, hingga pemerintah. (Penulis: Citra/Humas).



