FK-KMK UGM Berkontribusi dalam Simposium Nasional Penatalaksanaan Infeksi Menular Seksual dan Kesehatan Seksual

FK-KMK UGM. Staf Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM berpartisipasi dalam National Symposium & Workshop bertema “Updated Comprehensive Management of Sexually Transmitted Infection & Sexual Health” yang diselenggarakan di Astara Hotel Balikpapan. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat hingga Minggu, 1–3 Mei 2026.

Dalam kegiatan ini, FK-KMK UGM diwakili oleh Dr. dr. Satiti Retno Pudjiati, Sp.D.V.E., Subsp.Ven., dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.D.V.E., Subsp.Ven., serta dr. Alessandro Alfieri, M.Med.Sc., Sp.D.V.E. Kehadiran para staf akademik tersebut tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pembicara yang membagikan pengetahuan, pengalaman klinis, dan perkembangan terbaru di bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika kepada peserta dari berbagai institusi kesehatan di Indonesia.

Pada sesi simposium, Dr. dr. Satiti Retno Pudjiati membawakan materi berjudul “Warts and Treatments: Novel Approach”. Dalam paparannya, ia mengulas berbagai perkembangan terbaru dalam diagnosis dan tata laksana kutil yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV), termasuk pendekatan-pendekatan inovatif yang semakin berkembang dalam praktik klinis. Materi tersebut mendapat perhatian peserta karena relevansinya dengan tantangan penanganan kasus infeksi menular seksual yang masih banyak ditemukan di masyarakat.

Sementara itu, dr. Alessandro Alfieri berperan sebagai pembicara dalam beberapa sesi penting. Pada sesi simposium dan workshop bertema “Energy Based Vaginal Rejuvenation (Laser Vaginal Tightening/RF/HIFU)”, ia memaparkan pemanfaatan teknologi berbasis energi dalam bidang kesehatan dan estetika genital perempuan. Selain itu, ia juga menyampaikan materi “Cutaneous Manifestations of HIV/AIDS” yang membahas berbagai manifestasi kulit pada pasien HIV/AIDS sebagai salah satu aspek penting dalam deteksi dini dan penanganan komprehensif penyakit tersebut.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan infeksi menular seksual. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin melalui pelaksanaan pendidikan kedokteran berkelanjutan, pengembangan kompetensi profesional, serta diseminasi ilmu pengetahuan terkini yang mendukung peningkatan mutu pendidikan dan praktik kesehatan di Indonesia.(Kontributor: Nur Aida Oktasari, Widya Khairunnisa Sarkowi, Wega Wisesa Setiabudi).