FK-KMK UGM Bekali Siswa SMP di Magelang dengan Keterampilan Komunikasi untuk Kampanye Anti-Rokok

FK-KMK UGM. Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan menyelenggarakan pelatihan Pendukung Sebaya A Stop Smoking in Schools Trial (ASSIST) di tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Magelang, yaitu SMP Muhammadiyah Muntilan, SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, dan SMP Negeri 1 Mertoyudan pada 6, 10, dan 11 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa terpilih dengan pengetahuan dan keterampilan untuk menyebarluaskan pesan pencegahan merokok kepada teman sebayanya serta membangun lingkungan sekolah yang lebih mendukung perilaku hidup sehat.

Program ASSIST merupakan salah satu pendekatan inovatif berbasis teman sebaya yang menempatkan siswa sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Melalui model ini, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif dalam mengedukasi dan memengaruhi teman-temannya untuk menghindari perilaku merokok sejak dini.

Pelatihan berlangsung selama satu hari penuh dengan pendekatan yang berpusat pada siswa. Kegiatan dihadiri oleh Ketua Tim Peneliti, Prof. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D., Ketua Pusat Perilaku dan Promosi Kesehatan FK-KMK UGM, dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., serta tim pelaksana kegiatan Pengabdian EQUITY. Selama pelatihan, peserta mengikuti berbagai aktivitas interaktif, diskusi kelompok, permainan edukatif, serta simulasi yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman mengenai dampak merokok dan mengasah keterampilan komunikasi sebagai pendukung sebaya.

Sebanyak 68 siswa kelas VIII dari tiga SMP mitra mengikuti pelatihan ini sebagai pendukung sebaya terpilih. Jumlah tersebut mewakili sekitar 18 persen dari total siswa seangkatan yang dipilih melalui mekanisme peer nomination, yaitu pemilihan oleh teman sebaya berdasarkan pengaruh sosial yang dimiliki di lingkungan pertemanan masing-masing. Dalam proses seleksi tersebut, panitia juga mempertimbangkan keterwakilan siswa perempuan dan laki-laki sehingga program dapat menjangkau seluruh kelompok siswa secara lebih inklusif.

Pelatihan dipandu oleh Nia Lestari Muqarohmah, S.Kep., Ns., M.P.H. dan Afif Hilman Jovian, M.Eng. selaku trainer ASSIST. Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan alumni peer supporter sebagai co-trainer yang berbagi pengalaman sekaligus mendampingi peserta selama mengikuti pelatihan. Keterlibatan alumni menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga keberlanjutan program pencegahan merokok berbasis sebaya di lingkungan sekolah.

Melalui berbagai aktivitas yang dilakukan, peserta didorong untuk memahami bahaya merokok tidak hanya bagi kesehatan individu, tetapi juga bagi lingkungan sosial dan masa depan mereka. Selain itu, siswa juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif, membangun rasa percaya diri, serta menginisiasi percakapan positif terkait perilaku hidup sehat di antara teman-temannya.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja dan promosi kesehatan sejak dini. SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas siswa dengan pendekatan pendidikan sebaya yang partisipatif dan interaktif. SDG 5 Kesetaraan Gender melalui keterlibatan dan keterwakilan siswa perempuan serta laki-laki dalam proses pemilihan pendukung sebaya. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dan sekolah mitra dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat dan bebas rokok. (Kontributor: Hafizha Ulya Nafi).