FK-KMK UGM Bekali Mahasiswa dengan Strategi Career Mapping untuk Menyongsong Dunia Kerja

FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan edukasi mengenai career mapping bagi mahasiswa dan calon mahasiswa Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif. Kegiatan yang berlangsung di Yogyakarta ini menghadirkan dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK UGM, dr. Risalisa Reni Arisanti, M.P.H., yang membagikan wawasan mengenai pentingnya perencanaan karier yang terarah, adaptif, dan berkelanjutan dalam bidang kesehatan masyarakat.

Perkembangan sektor kesehatan saat ini menuntut lulusan tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga kemampuan merencanakan perjalanan karier secara sistematis. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memahami konsep career mapping sebagai proses pemetaan perjalanan karier yang membantu seseorang mengenali posisi saat ini, menentukan tujuan masa depan, serta merancang langkah strategis untuk mencapainya.

Dr. Risalisa menjelaskan bahwa career mapping merupakan alat penting untuk memvisualisasikan jalur pengembangan karier, baik melalui peningkatan jenjang jabatan maupun melalui pengembangan peran dan kompetensi di berbagai bidang pekerjaan. Dengan adanya peta karier yang jelas, individu dapat lebih mudah menentukan prioritas pengembangan diri dan mengambil keputusan yang tepat terkait pendidikan, pelatihan, maupun pengalaman profesional yang dibutuhkan.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa proses career mapping dimulai dari refleksi terhadap tiga pertanyaan mendasar, yaitu di mana posisi seseorang saat ini, ke mana tujuan yang ingin dicapai, dan langkah apa yang perlu dilakukan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Ketiga pertanyaan tersebut menjadi fondasi dalam menyusun rencana karier yang realistis sekaligus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Lebih lanjut, peserta mendapatkan pemahaman bahwa career mapping bukan sekadar memilih pekerjaan setelah lulus, melainkan proses yang melibatkan identifikasi minat, potensi, nilai pribadi, serta kompetensi yang perlu dikembangkan. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dapat menghubungkan kondisi yang dimiliki saat ini dengan tujuan karier jangka panjang secara lebih terstruktur dan terukur.

Selain mendukung pengembangan profesional, career mapping juga berperan dalam mendorong pertumbuhan personal. Proses refleksi yang dilakukan membantu individu mengenali kekuatan dan kelemahan diri, memahami minat yang dimiliki, serta menentukan nilai-nilai yang ingin diwujudkan dalam perjalanan kariernya. Dengan demikian, seseorang dapat membangun karier yang tidak hanya sukses secara profesional, tetapi juga memberikan kepuasan dan makna dalam kehidupan.

Berdasarkan pengalaman profesional yang dimilikinya, dr. Risalisa turut membagikan berbagai strategi praktis dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Ia menjelaskan pentingnya membangun jejaring profesional sejak masa perkuliahan, mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan kerja. Menurutnya, mahasiswa perlu mulai merancang masa depan kariernya sejak dini agar memiliki arah yang jelas dalam setiap keputusan yang diambil selama masa studi.

Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan kapasitas mahasiswa dalam merencanakan pengembangan diri dan karier. SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera karena mendorong lahirnya tenaga kesehatan masyarakat yang profesional. Melalui penguatan jejaring dan kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan alumni, kegiatan ini turut mendukung SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Kontributor: Nanda Melania D.).