FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) melangsungkan audiensi dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa, 18 Agustus 2026 di Kraton Kilen. Pertemuan ini menjadi langkah persiapan menjelang Desiminasi Yogyakarta’s Breast Cancer Initiative (YBCI), inisiatif kolaboratif untuk memperkuat penanggulangan kanker payudara di Yogyakarta.
Audiensi turut dihadiri Dekan FK-KMK UGM Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH.; Kepala Dinas Kesehatan DIY dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H.; Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengembangan FK-KMK UGM Prof. Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad.(K).; Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY dr. Ari Kurniawati, MPH.; Ketua Bidang I (Organisasi) YKI Cabang Koordinator DIY Dr. Dra. I. M. Sunarsih Sutaryo, SU, Apt; serta pengurus YKI Cabang Koordinator DIY dr. R.A. Arida Oetami, M.Kes.
Dalam sambutannya, Prof. Yodi menyampaikan harapan agar tidak ada lagi perempuan yang terhambat mengakses diagnosis maupun layanan kesehatan terkait kanker payudara. Ia menjelaskan bahwa selama delapan bulan terakhir, FK-KMK UGM telah dilibatkan dalam penyusunan Rencana Aksi Nasional bersama unsur pemerintah, rumah sakit, puskesmas, pasien, dan komunitas, yang kini telah memasuki tahap persiapan implementasi.
“Semoga, implementasi khususnya mengenai inisiatif Yogyakarta’s Breast Cancer Initiative juga dapat menjadi teladan untuk nasional bahkan internasional,” ujar Prof. Yodi.
Senada dengan hal tersebut, GKR Hemas menegaskan pentingnya strategi lintas sektor dalam menghadapi peningkatan kasus kanker, khususnya oleh Dinas Kesehatan. Ia memaparkan sejumlah upaya yang telah dilakukan YKI DIY, mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah, kolaborasi dengan karang taruna, hingga evaluasi berkala terhadap program yang berjalan.
“Penyakit kanker ini memang harus diatasi dengan strategi, khususnya di Dinas Kesehatan,” tutur GKR Hemas. Ia turut menitipkan harapan agar penyelenggaraan Desiminasi YBCI mendatang dapat menjangkau berbagai kalangan usia, mengingat kanker payudara kini tidak lagi hanya mengancam kelompok usia di atas 50 tahun.
“Besar harapan, FK-KMK UGM bisa mengundang berbagai tingkatan generasi, karena sekarang kanker payudara itu tidak hanya pada orang-orang usia 50 ke atas,” ungkapnya.
Melalui audiensi dan diskusi ini, FK-KMK UGM bersama Dinas Kesehatan DIY dan Yayasan Kanker Indonesia DIY berkomitmen memperkuat sinergi lintas lembaga dalam upaya deteksi dini dan penanggulangan kanker payudara. Langkah ini sejalan dengan semangat Health Promoting University serta mendukung pencapaian sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), yakni SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan akses layanan kesehatan dan deteksi dini, SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui perlindungan kesehatan reproduksi perempuan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, dan organisasi masyarakat. (Reporter: Balanca Qolta).



