FK-KMK UGM. FK-KMK UGM menjadi tuan rumah International Sharing Session bertajuk “Three Countries, Three Journeys, One Aim for Family Medicine: Inspiring the Next Generation of Family Doctors”, yang mempertemukan pakar kedokteran keluarga dari Inggris, Malaysia, dan Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (17/9) secara bauran di Auditorium FK-KMK UGM dan melalui Zoom Meeting ini mempertemukan tiga sistem kesehatan primer yang tumbuh dari sejarah, geografi, dan tantangan berbeda, namun bermuara pada satu cita-cita yang sama: melahirkan dokter keluarga yang tangguh bagi generasi mendatang.
Acara dibuka dengan sambutan dari dr. Jean Li-Lim, Consultant Family Medicine Specialist KK Sikamat, Negeri Sembilan, Malaysia. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema hari itu memiliki makna mendalam karena menyatukan tiga negara dengan perjalanan berbeda namun tujuan yang sama, yaitu mengembangkan kedokteran keluarga yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, berlandaskan bukti ilmiah, sekaligus berpusat pada layanan menyeluruh bagi individu dan keluarga.
Senada dengan hal tersebut, Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH selaku Dekan FK-KMK UGM turut menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh narasumber dan peserta. Ia menuturkan bahwa sesi hari itu membuka peluang belajar dari tiga negara dengan tiga sistem berbeda: Malaysia menawarkan pengalaman berharga dalam mengembangkan keahlian kedokteran keluarga melalui jaringan layanan primer publik yang kuat, Inggris membagikan pelajaran dari sistem praktik umum yang telah mapan, sedangkan Indonesia menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam memperkuat kedokteran keluarga di tengah wilayah kepulauan yang luas, beragam, dan terdesentralisasi.
Rangkaian sesi berbagi menghadirkan empat pembicara utama. dr. Jean Li-Lim dan dr. Suriati Hasim, Presiden Asosiasi Spesialis Kedokteran Keluarga Negeri Sembilan, memaparkan perjalanan dan proses menjadi spesialis kedokteran keluarga di Malaysia. Dari Skotlandia, Prof. David Weller, Professor/James Mackenzie Chair of General Practice Universitas Edinburgh, membagikan pelajaran dari praktik kedokteran keluarga di Inggris yang telah berkembang selama puluhan tahun. Sementara itu, dr. Fitriana Murriya Ekawati, Sp. KKLP, Kepala Program Studi Kedokteran Keluarga dan Layanan Primer UGM, memaparkan bagaimana kedokteran keluarga dipraktikkan di Indonesia, dilengkapi pemaparan dari Dr. Wahyudi yang mewakili PDSKKI. Sesi ditutup dengan diskusi interaktif yang memungkinkan peserta menggali lebih dalam perspektif ketiga negara.
Melalui forum lintas negara ini, FK-KMK UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi internasional semacam ini diharapkan mampu memperkuat sistem layanan kesehatan primer dan mencetak generasi dokter keluarga yang siap menjawab tantangan kesehatan masyarakat di masa depan. (Reporter: Balanca Qolta)


