FK-KMK UGM. Dosen Departemen Parasitologi FK-KMK UGM bersama tim publikasi artikel ilmiah internasional berjudul “Anopheles barbirostris in Indonesia: A More Complex Metapopulation than Expected” yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One pada tahun 2025. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc., Ph.D. bersama tim peneliti yang terdiri atas Triwibowo Ambar Garjito, S.Si., M.Kes., Ph.D., Soleman Landi, SKM., M.Sc., Shinta, Roger Frutos, dan Sylvie Manguin. Artikel tersebut dipublikasikan dengan DOI: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0321707.
Penelitian ini mengungkap bahwa nyamuk Anopheles barbirostris, yang dikenal sebagai salah satu vektor utama malaria dan filariasis di Indonesia, memiliki struktur populasi yang jauh lebih kompleks dibandingkan dugaan sebelumnya. Temuan tersebut menjadi penting mengingat keberhasilan program pengendalian penyakit tular vektor sangat dipengaruhi oleh pemahaman mengenai keragaman dan distribusi spesies nyamuk di suatu wilayah.
Dalam penelitian tersebut, tim menggunakan penanda molekuler Internal Transcribed Spacer 2 (ITS2) dan Cytochrome Oxidase I (COI) untuk menganalisis keragaman genetik populasi Anopheles barbirostris di berbagai wilayah Indonesia. Hasil analisis menunjukkan adanya sembilan populasi berbeda yang tersebar di Indonesia. Salah satu temuan penting dalam studi ini adalah laporan pertama keberadaan spesies Anopheles wejchoochotei di Sulawesi Utara. Selain itu, peneliti juga menemukan populasi unik di Magelang, Jawa Tengah, yang memperlihatkan karakteristik genetik berbeda dari populasi lain.
Temuan ini memberikan perspektif baru mengenai kompleksitas metapopulasi nyamuk vektor di Indonesia. Keragaman genetik yang tinggi menunjukkan bahwa pendekatan pengendalian vektor tidak dapat dilakukan secara seragam di seluruh wilayah. Sebaliknya, strategi intervensi perlu disesuaikan dengan karakteristik populasi nyamuk di masing-masing daerah agar upaya pengendalian malaria dan filariasis dapat berlangsung secara lebih efektif dan tepat sasaran.
Keberhasilan penelitian ini juga merupakan buah dari kolaborasi lintas negara dan institusi. Penelitian melibatkan sejumlah mitra strategis, antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Airlangga, Universitas Mahidol Thailand, Xiamen University China, serta University of Montpellier Prancis. Kemitraan internasional tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas riset nasional, tetapi juga mendorong transfer pengetahuan, pertukaran teknologi, dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah Indonesia di tingkat global.
Penelitian ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera diwujudkan melalui kontribusi penelitian dalam mendukung pengendalian penyakit menular, khususnya malaria dan filariasis, melalui pengembangan strategi pengendalian vektor yang lebih efektif. SDG 4: Pendidikan Berkualitas tercermin dari penguatan kapasitas penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang parasitologi, entomologi medis, dan kesehatan masyarakat. Selain itu, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diimplementasikan melalui kolaborasi internasional yang melibatkan berbagai institusi penelitian dan perguruan tinggi dari Indonesia maupun luar negeri dalam menghasilkan inovasi dan bukti ilmiah untuk mendukung kesehatan global. (Kontributor: Prof. dr. Tri Baskoro Tunggul Satoto, M.Sc., Ph.D. dkk.).




