FK-KMK UGM. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berpartisipasi dalam penyelenggaraan The 3rd Indonesian Medical and Health Professions Education Conference (INAMHPEC) 2026 yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 di Surabaya. Konferensi yang diselenggarakan oleh Medical Education, Research and Staff Development Unit (MERSDU) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) ini mengangkat tema “Harmonizing Pathways: The Future of Postgraduate Medical Education in a Changing Landscape”.
Pada konferensi ini, dosen Program Studi Magister Pendidikan Profesi Kesehatan (MHPE) FK-KMK UGM sebagai pembicara, konferensi ini juga diketuai oleh dr. Cecilia Felicia Chandra, MHPE, FFRI, yang merupakan alumni Program Studi Magister Pendidikan Profesi Kesehatan (S2 IPK) FK-KMK UGM. Keterlibatan alumni sebagai ketua konferensi menunjukkan kontribusi nyata lulusan MHPE UGM dalam memajukan pendidikan profesi kesehatan di Indonesia serta memperkuat jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi.
INAMHPEC sendiri merupakan konferensi pendidikan profesi kesehatan yang diselenggarakan secara bergilir oleh institusi pendidikan kedokteran di Indonesia. Konferensi perdana diselenggarakan oleh FK-KMK UGM pada 5–6 Juli 2022, kemudian dilanjutkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 18–19 Oktober 2024, dan memasuki penyelenggaraan ketiganya pada tahun ini di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Pada INAMHPEC 2026, MHPE UGM diwakili oleh Prof. dr. Mora Claramita, MHPE, PhD, Sp.KKLP SubCOPC dan dr. Yoyo Suhoyo, MMedEd, PhD sebagai pembicara dalam sesi ilmiah utama. Pada 6 Juni 2026, dr. Yoyo Suhoyo menyampaikan Keynote Lecture bertajuk “Operationalizing EPAs: A Practical Framework for Residency Programs.” Dalam pemaparannya, ia menjelaskan implementasi Entrustable Professional Activities (EPAs) sebagai kerangka kerja praktis yang dapat membantu program pendidikan residensi memastikan peserta didik mencapai kompetensi profesional secara mandiri dan bertanggung jawab.
Sementara itu, pada 7 Juni 2026, Prof. Mora Claramita menjadi narasumber dalam sesi simposium dengan topik “Ensuring Training Integrity in an Evolving Healthcare Era.” Paparan tersebut menyoroti pentingnya menjaga integritas proses pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan di tengah perubahan sistem kesehatan, perkembangan teknologi digital, serta meningkatnya pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pendidikan dan praktik klinis.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas pendidik dan pengembangan inovasi pendidikan profesi kesehatan. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pembahasan pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam pendidikan dan praktik klinis SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antarperguruan tinggi dan jejaring nasional dalam mengembangkan pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan yang berkelanjutan. (Kontributor: Annisa Nurul Huda).




