Dosen FK-KMK UGM Bagikan Pengalaman Indonesia dalam HTA Vaksin di Shanghai

FK-KMK UGM. Guru Besar Departemen Farmakologi dan Terapi, Prof. Jarir At Thobari, sebagai pembicara pada Policy Course: From Evidence to Action: The Application of Health Technology Assessment, Priority Setting, and Strategic Purchasing for Population Health in Enhancing Health System Performance and Advancing Universal Health Coverage. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Asia-Pacific Network for Health Systems Strengthening (ANHSS), School of Public Health Fudan University, dan The Chinese University of Hong Kong ini berlangsung pada 3–4 Juni 2026 di Shanghai, Tiongkok.

Pada hari pertama pelaksanaan, Rabu (3/6), Prof. Jarir At Thobari menyampaikan materi bertajuk From Evidence to Policy: Lessons from Vaccine Health Technology Assessment in Indonesia for Sustainable Immunisation Decision-Making. Dalam paparannya, ia mengulas pengalaman Indonesia dalam mengembangkan kebijakan imunisasi melalui pendekatan Health Technology Assessment (HTA).

Dalam presentasinya, Prof. Jarir menjelaskan bahwa HTA tidak hanya berfungsi mengevaluasi efektivitas suatu teknologi kesehatan, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan, efisiensi biaya, dampak sosial, hingga keberlanjutan pembiayaan kesehatan. Menurutnya, penerapan HTA pada program imunisasi memungkinkan pemerintah mengambil keputusan berdasarkan data ilmiah yang komprehensif sehingga intervensi kesehatan yang dipilih benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Pengalaman Indonesia dalam mengintegrasikan HTA ke dalam proses penyusunan kebijakan menjadi salah satu contoh praktik baik yang mendapat perhatian peserta forum. Melalui pendekatan tersebut, berbagai keputusan terkait introduksi maupun pengembangan program vaksinasi dapat dilakukan secara lebih transparan, akuntabel, dan berbasis bukti. Hal ini sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus menjaga keberlanjutan sistem pembiayaan kesehatan nasional.

Kegiatan ini turut mendukung SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan kebijakan imunisasi berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. SDG 4 Pendidikan Berkualitas diwujudkan melalui diseminasi ilmu pengetahuan dan pertukaran pengalaman akademik di tingkat internasional. SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur didukung melalui pengembangan inovasi dalam evaluasi teknologi kesehatan untuk mendukung sistem kesehatan yang tangguh. SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan diimplementasikan melalui kolaborasi antara FK-KMK UGM dengan berbagai institusi akademik dan organisasi internasional dalam memperkuat kebijakan kesehatan global. (Kontributor: Nimas Bella Puspita).